Kompas.com - 11/03/2015, 22:00 WIB
salah satu spanduk dipajang di sekitar sumber mata air. KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWAsalah satu spanduk dipajang di sekitar sumber mata air.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana melakukan pemberdayaan terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bermasalah di Indonesia. Hingga saat ini, 49 persen dari 400 PDAM di Indonesia dinilai masih bermasalah.

“Dari 400 PDAM, sampai saat ini ada 49 persennya yang masih sakit. PDAM juga masih memiliki utang sebanyak Rp 4,7 triliun. Dengan adanya pemberdayaan ini kita harapkan manajemen PDAM bagus sehingga swasta tidak lagi menjadi momok menakutkan,” ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Basuki menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemberdayaan PDAM bermasalah dengan melakukan pendampingan. Selain itu, ia juga akan memberikan bantuan investasi dan pemutihan utang PDAM.

“Melalui program pemerintah kami berencana memperbaiki kinerja dan manajemen, meringankan beban keuangan, serta memberi kesempatan untuk mengakses sumber-sumber dana bagi PDAM bermasalah. Tahapannya nanti akan kami dorong membuat business plan untuk ekspansi," papar Basuki.

Dia melanjutkan, kalau ada PDAM bermasalah, Kementerian PUPR juga melakukan pendampingan. Pihaknya juga akan melakukan pengusulan direksi kepada bupati dan wali kota di tempat mereka beroperasi.

"Kalau butuh bantuan investasi, kita akan coba bantu apakah dari pemerintah, investor, ataupun perjanjian dengan bank,” lanjut Basuki.

Dia mencontohkan, PDAM Malang, PDAM Bogor, PDAM Tangerang, dan PDAM Banjarmasin yang telah mampu mengelola air minum secara mandiri sebagai hasil pemberdayaan dan pendampingan.

“Sudah ada PDAM yang mampu membuat air minum sendiri seperti di Malang, Batam, Bogor, Tangerang, dan Banjarmasin. Nantinya itu bisa dijadikan contoh untuk PDAM yang bermasalah,” tambah Basuki.

Pemutihan utang

Adapun soal pemutihan utang PDAM, Ketua Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), Tamin M Zakaria, menjelaskan hanya utang non pokok PDAM sebesar Rp 3,1 triliun yang akan dihapuskan.

“Ada Rp 4,7 triliun total utang PDAM. Rp 1,6 triliunnya itu utang pokok. Selisihnya itulah yang akan kita bantu putihkan. Saat ini masih ada 176 PDAM yang menunggak. Tadinya kan ada 205 PDAM. Sebanyak 30 PDAM sudah kita putihkan tahun lalu,” tandas Tamin.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.