Kompas.com - 11/03/2015, 08:00 WIB
Kebakaran melanda Wisma Kosgoro, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015) malam. Lalu lintas di sekitar lokasi kebakaran padat merayap. Penyebab kebakaran belum diketahui. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAKebakaran melanda Wisma Kosgoro, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015) malam. Lalu lintas di sekitar lokasi kebakaran padat merayap. Penyebab kebakaran belum diketahui.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama tahun 2015, hingga pekan kedua Maret ini terjadi 177 kebakaran di DKI Jakarta. Jakarta Barat merupakan wilayah yang paling banyak dengan jumlah 43 kasus.

Data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta mencatat lebih dari 30 kebakaran terjadi di tiap wilayah, mulai dari Jakarta Pusat (30 kasus), Jakarta Barat (43 kasus), Jakarta Utara (30 kasus), Jakarta Timur (33 kasus), dan Jakarta Selatan (41 kasus).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bangunan perumahan menempati posisi tertinggi dalam obyek terbakar dengan jumlah 74 kasus hingga Maret 2015.

“Kalau bangunan perumahan di Jakarta itu memang rentan terjadi kebakaran. Kita ambil contoh di Tanah Abang (Kebakaran Kebon Melati, Tanah Abang). Itu kan daerah pemukiman kumuh, sulit sekali sumber air di wilayah itu. Sudah begitu pemukimannya padat penduduk,” ujar Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Subedjo, saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (10/03/2015).

Selain bangunan bangunan perumahan, obyek lain yang ikut terdampak kebakaran meliputi bangunan umum dan perdagangan (33 kasus), bangunan industri (3 kasus), kendaraan (16 kasus), dan lain-lain (51 kasus). Pada kasus tersebut, lanjut Subedjo, arus pendek listrik menjadi penyebab utama kebakaran.

“Banyak kasus justru disebabkan adanya masalah listrik. Sekitar 138 kasus kebakaran karena adanya arus pendek listrik,” tandas Subedjo.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta sendiri menaksir kerugian yang disebabkan kebakaran hingga Maret 2015 mencapai Rp 53,3 miliar atau tepatnya Rp 53.307.150.000. Sedangkan, korban jiwa sebanyak 23 orang.  

"Itu belum termasuk kerugian akibat kebakaran di Wisma Kogoro,” tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.