Kompas.com - 11/03/2015, 07:00 WIB
Kebakaran melanda Wisma Kosgoro, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015) malam. Penyebab kebakaran belum diketahui. 
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAKebakaran melanda Wisma Kosgoro, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015) malam. Penyebab kebakaran belum diketahui.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Zaman terus berubah seiring perkembangan teknologi. Demikian halnya dalam teknologi di berbagai sektor yang membuat pekerja ketergantungan dengan piranti keras mereka. Ini sama artinya dengan pemakaian listrik yang makin besar di dalam gedung-gedung tinggi.

Sementara itu, di sisi lain seiring berjalannya waktu, gedung juga mengalami depresiasi atau penurunan kualitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Green Building Council Indonesia, Naning Adiningsih Adiwoso, kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2015).

"Semua (peralatan di dalam gedung) ada umurnya. Kalau tidak diperbarui, bisa berbahaya," ujar Naning.

Menurut Naning, para karyawan nyaris tidak mungkin bekerja tanpa komputer. Jika tidak menggunakan komputer, mereka bekerja melalui gadget  yang juga membutuhkan listrik untuk mengisi dayanya. Belum lagi, karena udara Jakarta cukup panas, setiap gedung mau tidak mau dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Pemakaian listrik yang berlebih ini, kata Naning, bisa menghasilkan suhu tinggi di atas biasanya dan memicu kebakaran.

"Zaman dulu kan tidak (memakai banyak listrik). Kebakaran tidak sesering sekarang. Walaupun tidak tiap hari, tapi selalu ada saja," kata Naning.

Dia juga mengatakan, biasanya, kebakaran gedung terjadi karena terjadi arus pendek pada listrik. Jika pengelola tidak teliti terhadap keamanan gedung, arus pendek ini bisa berujung pada kebakaran besar.

Hal itulah yang menyebabkan pengelola harus tanggap dan rajin mengecek seluruh sistem keamanan di dalam gedung untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Sistem ini, kata Naning, harus dicek mulai dari hal-hal kecil misalnya kelayakan kabel. Jika umur kabel sudah terlalu tua, maka akan lebih mudah digerogoti oleh tikus dan memicu arus pendek.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.