Kompas.com - 03/03/2015, 07:00 WIB
Pengembangan Desa Pasirhalang, Cisarua, Kabupaten Bandung, melalui pembangunan dan renovasi rumah, pembuatan fasilitas air bersih, serta berbagai pelatihan bagi warga, Kamis, (26/2/2015). habitat for humanityPengembangan Desa Pasirhalang, Cisarua, Kabupaten Bandung, melalui pembangunan dan renovasi rumah, pembuatan fasilitas air bersih, serta berbagai pelatihan bagi warga, Kamis, (26/2/2015).
|
EditorHilda B Alexander

BANDUNG, KOMPAS.com - Tak hanya Desa Margamulya dan Desa Kedung Dalam, Tangerang, hanya dua jam perjalanan dari Jakarta yang miskin, dan terbelakang. Desa-desa serupa juga masih banyak tersebar tak jauh dari ibu kota, sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis negara.

Desa itu adalah Pasirhalang, di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Desa ini terletak di lereng Gunung Burangrang, sekitar 1.000-1.200 meter di atas permukaan laut. Kondisinya berbukit, dan berpasir. Warga mengandalkan sektor pertanian sebagai penghidupan.

Selama ini, mereka mengalami kesulitan ekonomi dengan penghasilan yang sangat tergantung pada hasil pertanian. Di sisi lain, mereka menghadapi tingginya kebutuhan pertanian seperti pupuk, sementara harga produk pertanian tidak menentu. Mereka pun terpaksa beralih profesi menjadi buruh dengan penghasilan tidak tetap.

Sumber air bersih juga menjadi persoalan di daerah ini. Untuk memperoleh air bersih, warga desa harus berjalan berkilo-kilo meter.

Rumah tidak layak huni dengan dinding kayu dan bambu lapuk juga masih banyak ditemukan di desa ini. Selain itu, mereka juga tidak memiliki sistem pembuangan limbah rumah tangga dan masih banyak rumah yang belum memiliki WC. Pembuangan kotoran ke saluran air, menyebabkan penyebaran penyakit dan pencemaran pada air dan tanah.

Oleh sebab itu, Habitat for Humanity Indonesia bekerja sama dengan Samsung C&T menuntaskan program pengembangan desa yang bertujuan membantu kehidupan 700 warga Desa Pasirhalang.

Pengembangan desa tersebut dilaksanakan pada Kamis, (26/2/2015), melalui pembangunan dan renovasi rumah, pembuatan fasilitas air bersih, serta berbagai pelatihan bagi warga.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, James L. Tumbuan dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, mengatakan, dalam program tersebut, 110 keluarga memungkinkan  tinggal di rumah yang lebih layak huni, dan 232 keluarga bisa lebih mudah mengakses air bersih.

"Selain itu, program pengembangan ini juga meliputi pelatihan pengelolaan keuangan bagi 112 keluarga, pelatihan pengelolaan dampak risiko bencana berbasiskan masyarakat bagi 125 warga, pelatihan kesehatan dan sanitasi bagi 123 siswa sekolah, serta pelatihan pertanian bagi 50 warga," tuturnya.

Dana untuk mendukung pelaksanaan program-program tersebut, tambah James, disediakan oleh Samsung C&T.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.