Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/02/2015, 20:40 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati penurunan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) Bank Tabungan Negara sebesar 0,75 persen hingga 2 persen disambut baik oleh para nasabahnya, namun hanya berlaku untuk pengajuan KPR baru.

Menurut staf kredit BTN Cabang Ciputat, Tangerang Selatan, Andhika, pemberlakuan suku bunga baru hanya diberikan pada pengguna yang memulai angsuran semenjak adanya pengumuman penurunan.

“Pengenaan penurunan suku bunga KPR hanya diberikan untuk pengguna yang memulai kredit sejak 2015. Untuk pengguna yang memakai KPR sebelum itu tetap dikenakan suku bunga outstanding,” ujar Andhika kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2015).

Padahal, banyak nasabah yang menyambut antusias penurunan suku bunga KPR BTN tersebut. Salah satunya Agus (38). Menurut dia, penurunan suku bunga ini dapat meringankan pengeluarannya untuk mengangsur rumah.

“Bagus ya kalau memang BTN menurunkan KPR. Bisa meringankan pembayaran angsuran. Cicilan KPR selama ini masih terlalu berat bagi saya. Belum lagi membayar angsuran dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujar Agus.

Agus mengeluhkan suku bunga KPR BTN sekarang masih terlampau tinggi. Dia yang membeli rumah di Ciledug, Tangerang, seharga Rp 475 juta harus mencicil sebesar Rp 3,8 juta per bulan untuk tenor 10 tahun dengan suku bunga 11,5 persen.

"KPR membantu, tapi tidak banyak. Cicilan naik terus, karena KPR BTN ikut bunga pasar. Padahal pendapatan kita paling cuma naik satu atau dua kali. Ini kan jelas perbedaannya. Ditambah lagi biaya hidup yang terus meningkat," ujar Agus.

Pengguna KPR BTN lainnya, Lila Kusumayanti (28), mengatakan penurunan suku bunga KPR BTN sebesar 0,75 persen hingga 2 persen bisa sangat meringankan dirinya yang sedang mencicil pembelian rumah. Pengurangan besaran cicilan bisa ditabung atau dialihkan untuk keperluan lainnya.

“Sangat meringankan kalau bunga KPR itu turun. Kalau dari hitungan saya, bisa hemat sekitar Rp 300 ribu per bulan untuk rumah yang saya beli seharga Rp 585 juta dengan tenor 15 tahun. Bunga KPR yang diberikan kepada saya sebesar 10,05 persen,” ujar Lila.

Sebelumnya diberitakan, BTN akan menurunkan suku bunga KPR seiring turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 7,5 persen dari semula 7,75 persen.

Direktur BTN, Mansyur S Nasution, memaparkan suku bunga KPR untuk rumah non-subsidi diturunkan sekitar 0,75 persen tergantung segmen rumah yang dipilih nasabah.

Sedangkan rumah subsidi non Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diturunkan suku bunganya hingga 2 persen atau 200 basis poin. Untuk rumah FLPP, menurut dia, suku bunganya masih tetap 7,25 persen.

"Tergantung segmennya untuk subsidi bukan FLPP ya, subsidi di luar FLPP karena FLPP kan 7,25 persen. Di luar itu turun di sekitar 200 basis poin. Itu Pak Direktur sudah putuskan 2 persen turun," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+