Tahan Lama, Rumah Berfasad Bambu yang Dipernis

Kompas.com - 16/02/2015, 19:28 WIB
Fasad rumah ini sebagian besar dibangun dari bambu, begitu pula dengan pagarnya. Luca TettoniFasad rumah ini sebagian besar dibangun dari bambu, begitu pula dengan pagarnya.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Rumah seluas 465 meter persegi ini tidak biasa. Fasad dan dindingnya merupakan tiang-tiang bambu yang disusun vertikal dengan tekstur tak beraturan sehingga menonjolkan keasliannya.

Rumah istimewa tersebut berada di Parañaque, Filipina. Sama halnya dengan negara Asia lainnya, Filipina juga kaya akan bambu. Tak mengherankan jika studio Swiss-Filipina Atelier Sacha Cotture, merancangnya dengan bertumpu pada bambu sebagai materi utama.

Itulah hal paling unik saat melihat rumah tersebut pertama kali. Tiang-tiang bambu tak hanya menjadi fasad dan dinding, melainkan juga memagari halaman tengah untuk membatasi pemandangan interior dari luar rumah.

"Solusi ini telah dipilih untuk meningkatkan kualitas efisiensi dan privasi. Tipologi ini banyak digunakan pada masa kolonial Spanyol di sini, di Filipina," kata sang arsitek.

Fasad yang menghadap jalan memperlihatkan permukaan bambu vertikal yang menggabungkan pintu garasi dan pintu masuk utama rumah itu.

Sang arsitek menjelaskan, bambu dipilih karena banyak keuntungannya. "Bambu itu murah dan merupakan bahan berkelanjutan yang tumbuh secara intensif di hutan lokal. Bahan ini telah digunakan bertahun-tahun di dalam negeri untuk pembuatan kerajinan, arsitektur asli dan benda-benda utilitarian," jelas sang arsitek.

Materi bambu sebelumnya dirawat untuk melindunginya dari jamur dan hama. Bambu juga dipernis untuk memperkaya warna alami dan meningkatkan ketahanannya.

Pintu yang tertutup bambu mengarah dari jalan ke lorong gelap yang dibalut jenis granit lokal bernama Araal. Granit ini juga digunakan untuk menutupi lantai di bawah anak tangga pada tingkat dasar. Koridor tersebut diterangi oleh lampu berkilauan yang tergantung di langit-langit.

Ada pun jalan setapak dari kayu dibuat untuk melintasi kolam sempit yang menuju ke serambi. Jalan ini juga berlanjut sampai ke ruang tamu utama, yang pintunya adalah pintu geser dari kaca dengan bingkai kayu mahoni lokal.

Di lantai dasar tersebut, terdapat ruang makan, ruang tamu dan dapur, menghadap ke halaman dan kolam.

Lantai pertama dapat dicapai dengan tangga yang terbuat dari kayu tapak yang sama dengan dinding ruang tamu. Sebuah ruangan keluarga dan dua kamar tidur juga terdapat di lantai pertama, dengan tangga lain menampilkan layar bambu secara vertikal ke lantai atas.

Kamar tidur utama berada di lantai paling atas. Dindingnya terbuat dari mosaik ubin kulit kelapa dan pintu geser yang mengarah ke balkon. Alami dengan nuansa lokal yang kental, bukan?

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Dezeen

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.