Kementerian PU-PR Dukung Pembangunan Kawasan Industri Timika

Kompas.com - 16/02/2015, 09:30 WIB
Bandar Udara Mozes Kilangin, Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (15/2/2015). KOMPAS.COM / HILDA ALEXANDERBandar Udara Mozes Kilangin, Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (15/2/2015).
|
EditorHilda B Alexander
TIMIKA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) mendukung sepenuhnya pembangunan kawasan industri di Kabupaten Timika, Provinsi Papua. Pembangunan kawasan industri ini merupakan bagian dari kesepakatan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua, dan PT Freeport Indonesia. 

"Apa yang menjadi bagian dari porsi ke-PU-an (pekerjaan umum), menyangkut kawasan industri yang terkait infrastruktur jalan, penyediaan air, dan juga permukiman akan kami dukung. Apa pun bentuknya, bisa kawasan industri khusus, kawasan industri terintegrasi, ataupun kawasan ekonomi khusus, selama dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua, kami dukung," tegas Menteri Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, kepada Kompas.com, di Bandara Halim Perdana Kusuma, usai kunjungan lapangan ke Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak, 14-15 Februari 2015.

Untuk diketahui, Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono dan Menteri ESDM Sudirman Said berbagi peran melakukan peninjauan langsung kondisi Papua terkait rencana pembangunan smelter (fasilitas pengolahan hasil tambang). Setelah peninjauan dilanjutkan dengan pertemuan tertutup antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan PT Freeport Indonesia yang menghasilkan beberapa kesepakatan. 

Pada poin kedua kesepakatan, disebutkan bahwa smelter yang akan dibangun merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri yang dikembangkan pemerintah daerah, Provinsi Papua maupun Kabupaten Timika. Kementerian PU-PR akan mendukung penyiapan kawasan dan mencocokkan dengan rencana tata ruang nasional. 

“Untuk rencana pembangunan smelter ini Kementerian PU-Pera akan memberikan dukungan sepenuhnya dalam rangka tidak hanya membangun smelternya saja, tetapi sebagai salah satu aspek dari kawasan industri yang akan dibangun di Timika,” kata Basuki.

Ada pun bentuk dukungan untuk kawasan industri tersebut adalah berupa jalan akses menuju kawasan, penyediaan air, dan perumahan. Anggarannya sendiri saat ini belum disusun.

Sedangkan pada poin ketiga kesepakatan disebutkan bahwa PT Freeport Indonesia juga akan mendukung sepenuhnya upaya menerobos wilayah-wilayah sulit di Papua.

"Untuk rute Grasberg-Ilaga telah didiskusikan dengan Freeport, dan mereka menyatakan dukungannya, kalau tidak mungkin terbuka untuk umum, maka khusus untuk jalur logistik Timika-Grasberg-Ilaga,” tambah Basuki.

Dia mengungkapkan, Kementerian PU-PR sudah memiliki detail desain dari Grasberg ke Ilaga, namun akan mengulas kembali agar lebih optimal. Karena di salah satu lokasi yang dilintasi, masih memerlukan pengembangan terowongan atau memotong tebing setinggi 100 meter.

"Kami akan review kembali, supaya lebih optimal, ada beberapa ruas jalan yang memerlukan terowongan atau dengan pemotongan tebing setinggi 100 meter. Dengan adanya perubahan desain akan lebih nyaman dan aman,” tandas Basuki.

Grasberg berada pada ketinggian 4.200 meter di atas laut sedangkan Ilaga ada pada posisi 2.100 meter di atas laut. Kondisi ini mengharuskan penciptaan cara dan metode pembangunan jalan yang efektif dan tepat agar jalan tidak terlalu curam maupun landai. Pasalnya, untuk membangun jalan ada kriteria desain yang kecuramannya tidak boleh lebih dari 15 persen. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X