Apartemen Makin Digandrungi, Ini Sebabnya...

Kompas.com - 12/02/2015, 11:08 WIB
PT Prioritas Land Indonesia (PLI) akan melakukan penutupan atap apartemen Majestic Point Serpong (MPS), Minggu (15/2/2015) nanti. Berdasarkan riset Savills PCI, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir peminat apartemen terus meningkat dibandingkan era tahun 2000 lalu. Dok PT Prioritas Land IndonesiaPT Prioritas Land Indonesia (PLI) akan melakukan penutupan atap apartemen Majestic Point Serpong (MPS), Minggu (15/2/2015) nanti. Berdasarkan riset Savills PCI, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir peminat apartemen terus meningkat dibandingkan era tahun 2000 lalu.
|
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Head of Research Savills PCI Anton Sitorus mengatakan, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, peminat apartemen meningkat. Dibandingkan era tahun 2000, selama sepuluh tahun ini apartemen banyak diburu pembeli. 

Para pembeli tersebut didominasi oleh penghuni tetap dan investor. Anton menilai, para end user membeli apartemen karena kehidupan kota yang semakin tak menentu. Sementara itu, bagi investor, apartemen dianggap sebagai aset yang bisa digunakan di masa depan.

"Sejak 2013, porsi end user naik akibat situasi kota yang tidak mendukung untuk mereka pulang ke rumah, misalnya macet," ujar Anton pada paparan 'Jakarta Property Market Outlook' di Panin Tower, Jakarta, Rabu (11/2/2015).

Anton menjelaskan, para investor yang saat ini membeli unit dalam jumlah banyak atau lebih dari satu bisa memanfaatkannya dalam beberapa waktu mendatang.

Sementara itu, senada dengan Anton, President Director Savills PCI Jeffry Hong, para investor membeli unit apartemen dan menyimpannya untuk keluarga mereka. Apartemen menjadi invetasi keluarga.

"Orang-orang sekarang membeli untuk masa depan. Dua, tiga unit, atau satu lantai apartemen, dengan harapan anak-anak mereka kembali dari sekolahnya," jelas Hong.

Persiapan itu, lanjut dia, dimanfaatkan selama anak-anak mereka belum bisa menghuni unitnya. Seperti diketahui, harga sewa unit apartemen tidak akan turun.

"Kelak di 2015 dan seterusnya, harga sewa apartemen bisa mengalami peningkatan sampai 20 persen," tutur Hong.

Adapun menurut Technical Advisor, Rupert Provest, peningkatan minat masyarakat terhadap apartemen juga diakibatkan banyaknya fasilitas yang ditawarkan, mulai fasilitas keamanan hingga hiburan.

"Keamanan terjamin, ada fasilitas-fasilitas penunjang, kolam renang, mal. Ini seperti gaya hidup baru yang lebih menyenangkan yang tidak didapatkan dari rumah tapak," kata Rupert.

Baca: "Segitiga Emas" Gading Serpong Bersiap Jadi CBD Baru

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X