Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/02/2015, 21:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Cakupan pelayanan air minum aman dikonsumsi secara Nasional masih terhitung rendah. Hingga 2014, cakupannya masih berada pada poisisi 70,05 persen. Jumlah ini menyisakan ketimpangan sebesar 29,95 persen yang harus dipenuhi untuk mencapai target 100 persen pada akhir 2019 mendatang.

Dirketur Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat, Mochammad Natsir, mengungkapkan hal tersebut dalam Workshop Peta Jalan Efisiensi Energi PDAM, di Jakarta, Rabu (11/2/2015).

"Rendahnya cakupan pelayanan air minum ini merupakan masalah mendesak yang harus segera diatasi. Secara operasional, ini merupakan refleksi dari pengelolaan yang kurang efisien, selain kurangnya pendanaan untuk pengembangan sistem yang ada," tutur Natsir.

Saat ini, pemerintah tengah mengupayakan untuk meningkatkan efisiensi energi PDAM melalui beberapa program terobosan. Di antaranya Program Efisiensi Energi, Program Pengembangan SDM bagi seluruh karyawan PDAM di Indonesia, dan Program Penyehatan PDAM.

"Untuk Program Efisiensi Energi, kami mendapat banyak bantuan dari beberapa stakeholder seperti USAID, Perpamsi, Asian Development Bank (ADB), dan World Bank. Program yang telah dijalankan dalam bentuk kegiatan Indoensia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH) dan Indonesia Clean and Energy Development (ICED)," beber Natsir.

Natsir menambahkan, kemitraan yang dilakukan pemerintah dan stakeholeder bertujuan untuk mengatasi masalah yang dialami, terutama pendanaan. Pemerintah juga akan mendorong alternatif sumber pendanaan yang bisa berasal dari pemerintah melalui APBN, dan APBD, donor, serta pihak swasta.

Dengan adanya dukungan dari berbagai stakeholder, diharapkan PDAM dapat secara mandiri meningkatkan kualitas, dan cakupan pelayanan air minum berkesinambungan. Sehingga dapat meningkatkan kinerja PDAM di kemudian hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+