Kompas.com - 11/02/2015, 17:00 WIB
Perkantoran Central Business District Jakarta akan diwarnai tambahan pasokan baru seluas 3,2 juta meter persegi hingga 2019. www.shutterstock.comPerkantoran Central Business District Jakarta akan diwarnai tambahan pasokan baru seluas 3,2 juta meter persegi hingga 2019.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Konsultan properti Savills PCI memprediksi sektor perkantoran Jakarta, khususnya di kawasan bisnis terpadu (central business district atau CBD) tahun ini tumbuh pesat. Indikasinya adalah kinerja tingkat hunian yang mengalami kenaikan dari sebelumnya 93 persen pada awal tahun 2014 menjadi 95 persen hingga akhir tahun yang sama.

Director Head of Research Savills PCI, Anton Sitorus, mengatakan, indikator ekonomi secara umum dengan sentimen positif yakni sebesar 5,1 persen hingga 5,7 persen menstimulasi pertumbuhan permintaan. Pada gilirannya, pembangunan proyek perkantoran baru juga akan berlangsung masif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di CBD Jakarta, yakni kawasan Sudirman, Thamrin, Kuningan, dan Gatot Subroto, pasokan baru hingga 2019 mencapai 3,2 juta meter persegi. Tingginya pasokan ini akan menarik permintaan penyewa yang ini relokasi ke gedung-gedung baru atau melakukan upgrading ke gedung yang lebih representatif. Tetapi, pada saat yang sama juga akan mendorong persaingan di antara pemilik dan pengelola gedung sehingga berdampak pada pertumbuhan harga sewa," papar Anton, di Jakarta, Rabu (11/2/2015).

Dari total pasokan baru tersebut, 55 persen di antaranya merupakan perkantoran Grade A, dan 36 persen perkantoran premium. Selebihnya merupakan perkantoran Grade B, dan C. Menariknya, kata Anton, dari total pasokan tersebut, telah terserap sekitar 65 persen hingga 72 persen.

"Melonjaknya pasokan akan berdampak pada tingkat hunian. Trennya, kami prediksikan akan menurun dalam empat tahun mendatang. Meski demikian, tingkat hunian masih berada pada level 80 persen ke atas," tandas Anton.

Sementara itu, segmen perkantoran Grade B dan C atau kelas menengah dan bawah, akan menikmati lonjakan permintaan. Hal ini dipengaruhi kondisi harga yang lebih kompetitif ketimbang perkantoran segmen A dan premium.

Harga sewa terkoreksi

Pertumbuhan harga sewa dalam empat tahun mendatang diprediksi akan terkoreksi. Mengacu pada lonjakan pasokan, dan juga performa harga sewa sepanjang 2014. Di segmen premium koreksi terjadi meski tipis yakni kurang dari satu persen, mendekati 36 dollar AS atau Rp 453.600 per meter persegi per bulan.

Sementara grade A, B, C masih mengalami kenaikan. Pada Grade A, sewanya menjadi Rp 286.000 per meter persegi per bulan, Grade B Rp 215.000, dan Grade C Rp 147.000 per meter persegi per bulan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.