Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/01/2015, 10:10 WIB
|
EditorHilda B Alexander

Kompas.com - Bagaimana bila perabotan di dalam rumah Anda berbahan dasar rumput laut dan kertas? Tentu hal tersebut akan menjadi suatu keunikan yang menambah cantik interior rumah.

Desainer Jonas Edvard dan Nikolaj Steenfatt, berhasil melakukan eksperimen itu. Lulusan Royal Danish Academy of Fine Arts, Denmark tersebut menciptakan kursi dan koleksi lampu gantung yang terbuat dari rumput laut dan kertas.

Jonas dan Nikolaj memanen fucus seaweed, salah satu jenis ganggang dari garis pantai Denmark, sebelum dikeringkan dan digiling menjadi bubuk. Dengan memanfaatkan efek kental dan perekat alginat-polimer dalam ganggang berwarna coklat tersebut, bubuk hasil penggilingan kemudian dimasak menjadi cairan perekat.

Penggabungan cairan perekat tersebut dengan kertas menghasilkan bahan yang tangguh serta tahan lama seperti gabus. Hal tersebutlah yang kemudian dijadikan produk dalam koleksi Terroir Project.

“Hal pertama yang akan dilakukan manusia adalah menghirup aroma. Ketika masyarakat menyadari produk kami terbentuk dari rumput laut, mereka sangat antusias. Mereka tak menyangka bahwa sesuatu yang tak berguna dan menimbulkan aroma tak sedap dapat menjadi produk perabotan tahan lama,” ujar Edvard.

Edvard menambahkan, kombinasi material bentukannya ternyata cukup kuat menghasilkan kursi yang dapat menahan beban penggunanya.

“Kebanyakan orang tak tahu kekuatan sebenarnya alginat. Mereka sering berpikir kita menggunakan lem ekstra di dalamnya. Padahal itu hanya rumput laut dan kertas,” tandas Edvard.

Produk buatan Edvard dan Nikolaj dibuat menggunakan fucus yang mudah ditemukan pada garis pantai berbatu di seluruh dunia. Warnanya sendiri akan beragam, mulai coklat tua hingga hijau muda, berdasarkan spesies rumput laut yang mereka gunakan.

"Untuk desain lampu dan kursi Terroir, kami ingin menciptakan bentuk dan siluet dasar. Hal tersebut akan memberikan fokus ke materi baru yang menunjukkan permukaan dan warna," lanjut Edvard.

Edvard dan Nikolaj ingin mengekspresikan kemampuan pencetakan dari rumput laut. Menurut Edvard, rumput laut mengandung kadar garam tinggi yang bertindak sebagai pengawet dan tahan api.

Materi tersebut juga dapat diurai dan didaur ulang menjadi pupuk alami. Hal ini disebabkan rumput laut mengandung nitrogen, yodium, magnesium, dan kalsium dalam jumlah besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Dezeen
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+