Andalkan Wisata, Sentul Ikut Jadi "Tulang Punggung" Bogor

Kompas.com - 16/01/2015, 15:39 WIB
Suasana wisata perahu dan  restoran apung, Ah Poong, Sentul City, Bogor, Kamis (24/1/2013).
KOMPAS/LASTI KURNIASuasana wisata perahu dan restoran apung, Ah Poong, Sentul City, Bogor, Kamis (24/1/2013).
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Dilihat dari posisinya terhadap Jakarta, kawasan Sentul, Bogor, tidak terlalu jauh dibandingkan Bekasi. Selain itu, Sentul punya potensi lain lebih bisa dijual, yaitu wisata.

Jungleland, misalnya, adalah salah satu potensi wisata Sentul yang paling banyak dikunjungi warga Jakarta dan sekitarnya pada akhir pekan. Taman hiburan tematik ini mempunyai kelas internasional dengan lebih dari 40 wahana permainan berbeda.

Daya tarik wisata lainnya adalah pasar Ah Poong. Ini adalah salah satu tujuan wisata kuliner yang unik dan menjadi andalan di kawasan Sentul. Karena keunikannya, Ah Poong berhasil mencuri hati para pencinta kuliner yang berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Tampilannya pun unik. Pasar Ah Poong adalah sebuah pusat kuliner yang penjualan makanannya dilakukan di atas perahu yang mengapung di atas Sungai Cikeas.

"Secara posisi Sentul sangat bagus terhadap Jakarta. Selain itu, orang ke sini juga untuk mengejar view-nya. Ini keunggulan Sentul," ujar Ali kepada Kompas.com, Senin (12/1/2015) lalu.

Tak hanya itu. Daya dukung perhotelan sebagai tulang punggung sektor pariwisata di kawasan ini juga bisa diandalkan. Berdasarkan data Indonesia Hotel Watch yang dilansir situs properti HVS tahun lalu, compound annual growth rate (CAGR) hotel di Bogor sebesar 40 persen selama periode enam tahun, mulai 2011 hingga 2016.

Selama periode tersebut, pasar hotel di Bogor juga cukup positif. Hotel-hotel di Bogor didominasi oleh pengunjung domestik dari total 1,78 juta pengunjung, terutama mereka yang berasal dari Jakarta dengan penguasaan sebesar 90 persen, dan wilayah penyangga lainnya sebanyak dua persen.

Sementara itu, turis asing yang menginap berasal dari Singapura, Jepang, Belanda, dan Tiongkok dengan posisi 4 persen. Adapun sisa empat persennya dari negara-negara asing lain.

"Pasar hotel Bogor mengalami pertumbuhan eksponensial. Kota ini menikmati keuntungan dari kedekatannya dengan Jakarta sebagai pusat bisnis dan pemerintahan. Kebutuhan untuk meeting sangat tinggi, selain faktor kunjungan wisatawan," tulis HVS.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Wahana Boat Blaster di JungleLand Adventure Themar Park, Sentul.
Bersaing

Hanya berjarak 60 kilometer dari Jakarta, kawasan Bogor, khususnya Sentul, terus tumbuh dan bisa bersaing dengan kawasan satelit lainnya, antara lain Tangerang, Bekasi, dan Depok. Seperti data yang disebutkan sebelumnya, di sektor perhotelan, Bogor lebih unggul.

Ke depan, masih berdasarkan riset HVS, Bogor, akan menjadi kekuatan besar sebagai salah satu pasar hotel yang menjanjikan. Kota ini memiliki keunggulan dan keunikan khas, di antaranya keamanan, stabilitas politik, dan kondisi natura, sebagai destinasi ideal.

"Hal tersebut mendorong confidence level (tingkat kepercayaan) investor untuk melakukan ekspansi di Bogor," tambah HVS.

Adapun merek-merek hotel yang akan beroperasi hingga 2016 mendatang adalah Aston Sentul Resorts and Conference Center sebanyak 220 kamar, Holiday Inn Express Bogor (170 kamar), Ibis Bogor (120 kamar), Swissbel Hotel Pakuan Suites and Residences (180 kamar), Novotel Resort Sentul City (230 kamar), dan Park Royal Rainbow Hills Bogor (225 kamar).

Sementara itu, ada juga The Alana Sentul City sebanyak 271 kamar, Royal Tulip Gunung Geulis Bogor (200 kamar), Golden Tulip Essential Sentul (150 kamar), Harper Puncak Gate Bogor (303 kamar), Pullman Vimala Hills (250 kamar), Hyatt Regency Sentul 225 kamar. Adapun hotel baru yang sedianya beroperasi tahun lalu adalah Harris Puncak Bogor sebanyak 138 kamar dan Best Western Bogor Icon (287 kamar).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X