Kompas.com - 15/01/2015, 06:59 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Perumnas, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dinilai paling cocok membangun rumah-rumah rakyat. Meski demikian, tahun ini, Perumnas hanya sanggup membangun rumah sebanyak 36.000 unit.

Angka yang sangat kecil dibanding target secara Nasional satu juta unit per tahun yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Target sebanyak itu diharapkan dapat menyelesaikan masalah kesenjangan (backlog) yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 15 juta unit.

Oleh karena itu, dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Perumnas diminta untuk menggerakkan semua stakeholder  perumahan agar target perumahan dapat tercapai. 

"Target kita bangun 36.000 unit," ujar Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir saat acara hari ulang tahun The Housing and Urban Development Institute, di Hotel Ambara, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2015).

Nawir menyebutkan, angka ini terbilang besar bagi Perumnas. Sebelumnya, Perumnas hanya sanggup membangun kurang dari separuhnya yakni 15.000 unit rumah tapak dan rumah susun per tahun.

"Jadi kalau dibilang jumlahnya sedikit, tidak juga. Kenyataannya ini sudah dua kali lipat dari target," jelas Nawir.

Nawir menambahkan, dari 36.000 unit rumah tersebut, Jusuf Kalla meminta porsi pembangunan hunian vertikal dalam bentuk rusun diperbanyak. Rusun ini akan dibangun di kota-kota besar di Indonesia.

"Lokasinya seperti di Jabodetabek, Surabaya, Medan, dan Makassar. Jumlahnya sekitar 56 menara," kata Nawir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.