Persaingan Rumah Sakit Makin Ketat, dari Bandung hingga NTT...

Kompas.com - 22/12/2014, 11:37 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Menyongsong era pasar bebas tenaga kesehatan ASEAN pada 2015 nanti, banyak kalangan menilai bahwa sektor ini harus terus berbenah. Industri rumah sakit nasional harus melihat dan mengevaluasi apa yang membuat sebagian masyarakat terutama kalangan atas lebih senang berobat ke luar negeri, khususnya ke China dan negara tetangga, Malaysia dan Singapura.

Memang, meski sejumlah rumah sakit di Indonesia telah memiliki akreditasi dan standar Internasional, namun dinilai masih belum mampu menyaingi negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Untuk itulah, saat ini tak hanya hunian, pusat belanja, atau perkantoran, namun pengembang properti juga semakin terpacu membangun rumah sakit. Mereka menggelontorkan miliaran rupiah untuk membangun rumah sakit-rumah sakit tersebut.

PT Lippo Karawaci Tbk, misalnya, lewat bendera PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), Sabtu (20/12/2014) lalu telah membuka RS Siloam Kupang sebagai jaringan rumah sakit ke-19. Tak tanggung-tanggung, nilai investasi ditanamkan di rumah sakit ini mencapai Rp 350 miliar lebih.

Presiden Direktur PT Siloam International Hospitals, Romeo F. Lledo, mengatakan dengan nilai investasi sebanyak itu diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi yang baik, terutama untuk meningkatkan PAD setempat, menyerap tenaga kerja lokal, dan devisa negara agar tidak keluar negeri. Apalagi, keberadaan rumah sakit ini akan terintegrasi dengan pembangunan fasilitas lainnya seperti mal, kawasan komersial, bank, perkantoran, sekolah, dan hotel.

"Total investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan mmixed development ini kurang lebih Rp  900 miliar," ujar Lledo kepada Kompas.com, Senin (22/12/2014).

Diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya, Lledo berharap terjadinya kerjasama erat antara pemerintah dan rumah sakit swasta di NTT. Pihaknya ingin menjadikan Kupang sebagai tujuan rujukan kesehatan untuk masyarakat di NTT.

"Provinsi NTT punya potensi wisata yang luar biasa sehingga harus ditunjang dengan kehadiran rumah sakit bertaraf internasional agar semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke daerah Labuan Bajo, Rote Ndao maupun Pulau Rinca-Komodo," ujar.

Tak hanya di NTT. Lippo Karawaci tahun ini juga menggenapi proyek terbaru rumah sakitnya dengan memulai pembangunan Siloam Hospital ke-22 di Bandung, Jawa Barat. Proyek tersebut juga sudadh dimulai pembangunannya pada Sabtu (27/9/2014) lalu.

"Khusus Siloam di Kupang kami akan mentransformasi pelayanan kesehatan di kota ini sebagai pintu gerbang di kawasan Indonesia Timur agar menarik perhatian investor agar mau mengembangkan potensi daerah ini," kata pendiri Siloam Hospitals Group, James T. Riady.

Nantimya, Siloam Hospitals Kupang dilengkapi dengan peralatan medis terkini, meliputi CT-Scan 128 slice, mesin USG 2D-3D  peralatan digital X ray, X ray mobile,  dan C-arm. Peralatan lainnya seperti MRI, Panoramic X ray, Mammography dan Cardiac USG juga akan melengkapi pelayanan rumah sakit ini (phase 2).

Persaingan ketat

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.