Kompas.com - 16/12/2014, 17:24 WIB
Gedung Astra International di Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara.. Gambar diambil Jumat (24/10/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusGedung Astra International di Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara.. Gambar diambil Jumat (24/10/2014).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Astra International Tbk, serius dan fokus terjun ke sektor properti. Melalui tentakel bisnis Astra Property, raksasa otomotif Indonesia ini mengalokasikan dana investasi senilai Rp 7 triliun.

Dana sebesar itu dimanfaatkan untuk mengembangkan properti komersial di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, seluas 2 hektar. Komposisinya, senilai Rp 3,5 triliun untuk gedung perkantoran Astra Tower, dan separuh Rp 3,5 triliun lainnya untuk tiga menara apartemen mewah Anandamaya Residences.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Chief Astra Property, David Iman Santosa, menjabarkan, dana investasi untuk pengembangan gedung perkantoran Astra Tower berasal dari internal (sindikasi dari holding company) dan eksternal perusahaan (perbankan) dengan komposisi 30 persen dan 70 persen.

"Astra Tower kami bangun sendiri. Sedangkan untuk Anandamaya Residences, kami menggandeng Hongkong Land Pte Ltd dengan membentuk usaha join venture PT Brahmayasa Bahtera," tutur David kepada Kompas.com, Senin (16/12/2014).

David menuturkan, porsi kepemilikan Astra Property di PT Brahmayasa Bahtera sebesar 60 persen, sementara Hongkong Land Pte Ltd sebesar 40 persen. Dana untuk membangun apartemen juga dengan komposisi 30 persen kas PT Brahmayasa Bahtera, dan 70 persen dana eksternal yang berasal dari pinjaman perbankan dan penjualan marketing.

Astra Tower merupakan perkantoran dengan klasifikasi premium dan telah lulus proses sertifikasi "Platinum Green Mark" dari BCA Singapura. Gedung ini dirancang setinggi 270 meter dan mencakup 47 lantai.

Sedangkan Anandamaya Residences diposisikan sebagai apartemen supermewah dengan harga penawaran serentang Rp 85 juta hingga Rp 87 juta per meter persegi. Anandamaya Residences meliputi tiga menara dengan total 509 unit yang masing-masing didesain setinggi 47 lantai, 44 lantai, dan 44 lantai .

Anandamaya One merupakan apartemen luks dengan luas unit terkecil 217 meter persegi dan terbesar 1.000 meter persegi. Sedangkan unit terkecil menara kedua dan ketiga seluas 131 meter persegi dan terbesar 174 meter persegi.

"Kami fokus menyelesaikan Astra Tower dan Anandamaya Residences. Boleh dibilang properti ini merupakan pembuktian sekaligus signature project  kami. Untuk itu, kami upayakan pembangunan selesai tepat waktu pada 2018 mendatang," tandas David.

Ke depan, lanjut David, Astra Property membuka kemungkinan-kemungkinan dan peluang untuk membangun properti komersial lainnya. Opsi pengembangan, kata David, bisa dilakukan secara sendiri atau pun bermitra dengan investor lainnya.

"Kami konservatif, mengikuti kondisi aktual yang berkembang di pasar. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Demikian halnya dengan wilayah garapan, bisa dilakukan di mana saja. Pasalnya, seluruh kawasan di Indonesia baik itu kota-kota besar maupun kota lapis kedua dan kabupaten punya potensi untuk tumbuh dan berkembang," pungkas David.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.