Kompas.com - 01/12/2014, 14:22 WIB
Rumah Dominic Stevens, berbahan lokal dan ramah lingkungan. www.dwell.comRumah Dominic Stevens, berbahan lokal dan ramah lingkungan.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Rumah yang dibangun dengan metode berkelanjutan, dan ramah lingkungan nilainya lebih tinggi 8 persen ketimbang rumah biasa saat dijual di pasar sekunder. Terlebih bila rumah tersebut memiliki sertifikat yang menjadi legitimasi label ramah lingkungan.

Istilah berkelanjutan atau sustainable sejatinya, merupakan metode atau sistem yang dapat digunakan terus menerus tanpa perlu dihancurkan. Selain itu, istilah ini juga menggambarkan suatu metode yang digunakan tanpa merusak alam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berkelanjutan berarti dapat berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Terdapat 10 alasan mengapa sistem keberlanjutan harus diutamakan saat Anda membangun rumah.

1. Bertahan dalam jangka waktu lama
Ide utama untuk menggunakan material berkelanjutan adalah untuk membangun rumah yang tahan lama. Semakin lama rumah bertahan, maka akan semakin rendah biaya perawatan.

Contoh material yang biayanya efisien adalah bambu, panel surya, karpet berserat alami, lantai dan dinding beton, kayu reklamasi, serta atap dan dinding dari logam.

2. Teknik pelatihan lanjutan
Advanced framing techniques atau teknik pelatihan lanjutan adalah teknik yang digunakan oleh kontraktor dalam membangun rumah hijau. Secara esensial, teknik ini menggunakan kayu yang lebih sedikit.

Teknik ini sangat dianjurkan karena meningkatkan performa energi di dalam rumah, karena meski menggunakan material yang lebih sedikit, tetapi rumah tetap kokoh.

3. Mempertahankan energi dan menghemat uang
Anda bisa menghemat energi dalam skala besar dengan menggunakan bahan yang berkelanjutan. Hal tersebut dikarenakan produk-produk ini menghasilkan limbah yang sedikit sehingga tidak memenuhi tempat pembuangan sampah.

4. Nyaman dan sehat
Faktanya, rumah yang hijau lebih sehat dan lebih nyaman. Material bangunan berkelanjutan, menghasilkan lebih sedikit racun seperti karsinogen, Volatile Organic Compounds (VOC), dan spora jamur, dibandingkan bahan bangunan konvensional.

Banyak bahan bangunan yang dapat memperbaiki kualitas udara di rumah antara lain karpet dengan wol alami, sistem udara yang membawa udara segar dari luar ruangan, isolasi yang menghambat pertumbuhan jamur, dan laminasi yang tidak menggunakan lem beracun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.