Laku Keras... Apartemen Mewah Banyak "Dipesan" Kaum Jetset Jakarta

Kompas.com - 13/11/2014, 15:16 WIB
Tingginya minat kelas atas Jakarta terhadap apartemen mewah tak hanya untuk proyek-proyek yang sudah dilansir ke pasar, melainkan sejak masih dalam rancangan dan pra -penjualan.
www.shutterstock.comTingginya minat kelas atas Jakarta terhadap apartemen mewah tak hanya untuk proyek-proyek yang sudah dilansir ke pasar, melainkan sejak masih dalam rancangan dan pra -penjualan.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Ada fenomena menarik yang terjadi di pasar properti Jakarta, yakni laku kerasnya apartemen-apartemem kelas premium yang saat ini sedang dipasarkan. Padahal, harganya bisa membuat mata awam terbelalak.

Untuk apartemen mewah di kawasan central business district (CBD) Jakarta saat ini rentang harganya antara Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per meter persegi. Sementara itu, di luar kawasan CBD Jakarta sudah mencapai sekitar Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per meter persegi.

Apartemen Anandamaya Residences, contohnya. Menurut riset Colliers International Indonesia, merupakan apartemen dengan harga tertinggi saat ini, yakni Rp 60 juta per meter persegi. Posisi penjualan hunian vertikal yang digarap Astra Land dan Hongkong Land tersebut sudah mencapai 80 persen dari total tahap I sebanyak 300 unit.

Sementara itu, apartemen Pondok Indah Residences menunjukkan kinerja penjualan tak kalah fantastis. Wakil Presiden Direktur PT Metropolitan Kentjana Tbk, Jefri S Tanudjaja, mengklaim dua menara Pondok Indah Residences, yakni Kartika Tower sebanyak 248 unit dan Maya Tower sebanyak 368 unit masing-masing terserap 90 persen dan 85 persen.

www.shutterstock.com Untuk apartemen mewah di kawasan central business district (CBD) Jakarta saat ini rentang harganya antara Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per meter persegi. Sementara itu, di luar kawasan CBD Jakarta sudah mencapai sekitar Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per meter persegi.
"Sementara menara ketiga, Amala Tower, akan dilansir pada Desember 2014 dengan patokan harga Rp 43 juta untuk ukuran minimal 65 meter persegi," bebernya kepada Kompas.com, Rabu (12/11/2014).

Pergerakan harga menara pertama dan kedua, kata Jefri melonjak 8 persen menjadi Rp 47 juta per meter persegi dari sebelumnya Rp 43 juta per meter persegi.

Kalangan jetset

Tingginya minat kelas atas Jakarta terhadap apartemen mewah tak hanya untuk proyek-proyek yang sudah dilansir ke pasar, melainkan sejak masih dalam rancangan dan pra -penjualan.

Apartemen eksklusif dalam pengembangan multifungsi The Hundred di Mega Kuningan, misalnya, sudah "dipesan" kalangan jetset Jakarta. Padahal, apartemen yang dikembangkan Farpoint ini baru akan masuk pasar setelah konstruksi selesai.

"Kami menerapkan strategi ini supaya pasar dan calon pembeli tahu kualitas apartemen yang kami bangun. Tidak sekadar jual gambar," papar CEO Farpoint, Jusup Halimi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X