Jakarta Nomor Wahid dalam Indeks Hunian Mewah Dunia

Kompas.com - 11/11/2014, 10:35 WIB
Pembeli apartemen mewah akan bertanya siapa tetangganya. shutterstockPembeli apartemen mewah akan bertanya siapa tetangganya.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati mengalami perlambatan pertumbuhan harga hunian mewah, Jakarta masih memimpin daftar Global Prime Cities Index kuartal III 2014 secara tahunan, atau periode September 2013-September 2014.

Dalam indeks keluaran Knight Frank tersebut, ibu kota Indonesia ini mengungguli 32 kota yang disurvei. Termasuk Los Angeles, Tel Aviv, Dublin, dan San Fransisco di posisi lima besar dengan pertumbuhan harga hunian 27,3 persen per tahun.

"Jakarta mengalami perlambatan tajam harga rumah. Pada semester pertama tahun ini kenaikan harga hanya mencapai 2,5 persen. Sementara pada kuartal ketiga sekitar 1,2 persen," kata Knight Frank dalam keterangan tertulisnya melalui surel kepada Kompas.com, Selasa (11/11/2014).

Selain Jakarta, pasar utama lainnya yang bernasib serupa adalah Dubai, Uni Emirat Arab. Kota ini terpuruk sementara karena faktor-faktor seperti momentum Ramadhan yang menyebabkan pertumbuhan harga melemah.

Sedangkan Tokyo dan Cape Town merupakan dua kota dengan pertumbuhan harga terkuat yakni 9,2 persen dan 6,3 persen. Demikian halnya kota-kota di utara Amerika Serikat yang masuk dalam daftar sepuluh tertaras, memperlihatkan kenaikan tajam sekitar 10,5 persen dalam satu tahun. Berbeda halnya dengan kota-kota di Eropa yang mengalami perubahan hanya 1 persen.

Menariknya, kuartal ini juga ditandai masuknya Seoul untuk pertama kalinya sebagai pasar dengan pertumbuhan positif 4,1 persen. Kota ini terus membaik sejak pencapaian terendah pada 2013.

Secara umum, harga properti premium di 33 kota terkemuka dunia pada kuartal III tahun ini hanya bergeser 0,2 persen dan empat persen selama periode 12 bulan. Pertumbuhan harga moderat ini disebabkan fakta bahwa pada kuartal ketiga, untuk sebagian besar dunia, didominasi oleh musim panas dan musim liburan yang memperlambat aktivitas penjualan sehingga harga tertekan.

Selain itu, terdapat peristiwa penting politik dan ekonomi seperti prospek kebijakan pengetatan moneter di Amerika Serikat, persiapan Pemilihan Umum di Inggris, langkah-langkah pendinginan di kota-kota utama Asia dan indikator negatif perekonomian di Eropa.

Namun demikian, harga rerata rumah mewah dalam indeks kali ini lebih tinggi yakni 36 persen, ketimbang pencapaian pada kuartal kedua 2009 yang hanya meningkat 14 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X