Moda Transportasi, Alasan Pengembang Apartemen Pilih Kebon Jeruk

Kompas.com - 07/11/2014, 18:44 WIB
Arvin Iskandar, Komisaris PT Mitra Abadi Sukses Sejahtera (MASS), pengembang apartemen Belmont Residence, saat serah terima unit Tower Mount Blanc di Jakarta, Jumat (7/11/2014). 

Ridwan Aji PitokoArvin Iskandar, Komisaris PT Mitra Abadi Sukses Sejahtera (MASS), pengembang apartemen Belmont Residence, saat serah terima unit Tower Mount Blanc di Jakarta, Jumat (7/11/2014).
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan apartemen di Jakarta Barat mulai menggeliat. Salah satunya Belmont Service Residence yang telah menyelesaikan dua dari tiga unit menawar apartemen miliknya.

Berada di atas lahan seluas 2,3 hektar, apartemen Belmont Residence berada di lokasi strategis Kebon Jeruk. Pemilihan Kebon Jeruk sebagai lokasi apartemen sangat dipengaruhi oleh lengkapnya moda transportasi di sana.

"Saat ini Kebon Jeruk punya halte busway dan paling terbaru adalah tol JORR W2 yang menghubungkan dengan banyak tempat, antara lain Pondok Indah, Bintaro, dan TB Simatupang," kata Arvin Iskandar, Komisaris PT Mitra Abadi Sukses Sejahtera (MASS), pengembang apartemen Belmont Residence, saat serah terima unit Tower Mount Blanc di Jakarta, Jumat (7/11/2014).

Menelan dana investasi hingga Rp 400 miliar, apartemen tersebut terdiri dari tiga tower, yakni Everest, Mount Blanc, dan Athena. Apartemen tersebut hingga kini merencanakan pembangunan sebanyak lebih dari 1.200 unit.

"Tower Everest sudah serah terima tahun lalu, sedangkan Athena sedang dalam pembangunan. Tower Everest sendiri memiliki 500 unit, Mount Blanc 300 unit, dan Athena 400 unit," jelas Arvin.

Arvin menjelaskan, perkembangan properti di Jakarta Barat yang begitu pesat dalam tiga tahun terakhir membuat Belmont Residence menjadi incaran masyarakat middle-high end. Apalagi, hingga saat ini harga tanah di Jakarta Barat sudah mencapai Rp 20 juta per meter persegi.

Namun, meski cenderung naik, kondisi pasar di Jakarta Barat cenderung stabil dan tidak mengalami kejenuhan. Hal ini terbukti dari terjual habisnya unit tower Everest yang dibandrol seharga Rp 400 juta sampai Rp 1,7 miliar per unitnya.

"Karakteristik konsumen di Jakarta Barat ini loyal. Bahkan, ada satu keluarga yang anak-anaknya juga tinggal di tower lain di sini," ujar Arvin.

Sebagai pengembang, dengan pilihan lokasi di Kebon Jeruk, Arvin akan membuat sebuah hunian aman dan nyaman serta memiliki prospek ke depan. Tak hanya itu, apartemen ini dibuat untuk investasi menguntungkan bagi konsumennya.

"Residensial ini yang membuat kenaikan harga di tiga tahun terakhir menjadi double, bahkan triple. Sampai sekarang harga tanah sudah naik sekitar 300 persen. Kawasan Jakarta Barat ini juga potensial untuk kelas middle-high end," jelas Arvin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X