Mengaku "Pede", ALatief Corporation Perbesar Bisnis Properti - Kompas.com

Mengaku "Pede", ALatief Corporation Perbesar Bisnis Properti

Kompas.com - 29/10/2014, 19:36 WIB
KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS.com Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (kedua dari kiri) dan Jusuf Kalla (kedua dari kanan) didampingi Mufidah Jusuf Kalla (ketiga dari kanan) serta Pimpinan PT Pasaraya Tosersajaya Abdul Latief (kanan) melihat kain batik saat acara Pasaraya Tribute To Batik 2014 di Pasaraya Blok M, Jakarta, Kamis (2/10/2014). Menyambut Hari Batik Nasional Pasaraya Blok M meresmikan Pasar Klewer di Pasaraya sebagai upaya pembinaan dan pengembangan industri kecil dan kerajinan yang berkembang menjadi industri kreatif. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
JAKARTA, KOMPAS.com - ALatief Corporation akan memperbesar porsi bisnis propertinya pada tahun-tahun mendatang. Selama ini perusahaan tersebut fokus pada sektor ritel, periklanan, dan agrobisnis. 

Chairman ALatief Corporation, Abdul Latief, mengungkapkan hal tersebut kepada Kompas.com, Rabu (29/10/2014). Dia mengatakan, rencana strategis tersebut termasuk memanfaatkan aset-aset "idle" dan pengembangan lahan yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bali dan Lombok.

"Terdorong pesatnya pertumbuhan pasar properti dalam beberapa tahun terakhir, kami akan semakin memperbesar divisi properti. Tahun depan hingga 10 tahun saya perkirakan tumbuhnya dua digit. Kami percaya diri untuk mengembangkan divisi properti," ujar Latief.

Untuk tahap awal, lanjut dia, melalui PT Pasaraya International Hedonisarana, pihaknya akan membangun menara perkantoran Sentraya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Menara setinggi 41 lantai itu akan beroperasi pada semester pertama 2015.

"Dana yang dialokasikan untuk membangun perkantoran tersebut sekitar 100 juta dollar AS atau setara Rp 1,2 triliun," papar CEO PT Pasaraya International Hedonisarana, Ahmad Dipoditiro.

Tahap kedua, sambung Latief, pihaknya akan memanfaatkan lahan di Manggarai, Jakarta Selatan. Lahan seluas 2,6 hektar tersebut saat ini sudah dikembangkan menjadi Pasaraya Manggarai.

"Pusat belanja tersebut akan direnovasi dan diintegrasikan dengan apartemen sebanyak 1.000 unit untuk kelas menengah Jakarta. Kami akan memulai konstruksi pada pertengahan 2015 mendatang," ujar Ahmad.

Adapun tahap berikutnya adalah pemanfaatan landbank untuk dijadikan properti komersial perhotelan berkonsep resor.

"Bisnis properti Indonesia sedang bagus. Itulah kenapa kami berani lebih serius menggarap bisnis ini. Tidak hanya perkantoran dan pusat belanja, juga perhotelan," ujar bos Pasaraya yang pernah menjabat Menteri Tenaga Kerja itu.


EditorLatief

Close Ads X