Kompas.com - 28/10/2014, 07:40 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander
BANJARMASIN, KOMPAS.com - Realisasi rumah terbangun di wilayah Kailmantan Selatan meleset dari target. Hingga September 2014, hanya 7.000 unit yang mampu dibangun. Sementara target yang ditetapkan, sebanyak 11.000 unit. 

Sekretaris DPD REI Kalimantan Selatan, Wahyu Effendi, mengutarakan hal tersebut kepada Kompas.com, Senin (27/10/2014). 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Target lepas gara-gara surat edaran Bank Indonesia tentang KPR Inden, dan rasio pinjaman atas nilai agunan. Banyak konsumen yang menunda pembelian di satu sisi, di sisi lain, pengembang mengurangi produksi. Tahun lalu, kami masih sanggup membangun 11.000 unit. Tahun ini berat," ujar Wahyu. 

Dia menjelaskan, kebutuhan rumah di wilayah Kalimantan Selatan setiap tahun meningkat. Tahun ini sekitar 20.000 unit. Tahun depan bisa tumbuh sekitar 3-4 persen. Pertumbuhan tersebut, kata Wahyu, dipicu meningkatnya jumlah populasi. 

Perda mengganjal

Menurut Wahyu, seretnya pasokan rumah yang terjadi tahun ini akan semakin menjadi pada tahun-tahun mendatang. Pasalnya, beberapa kota dan kabupaten telah menerapkan peraturan daerah tentang ketentuan batas minimal lahan pembangunan rumah per unit. 

"Di kota Banjarmasin, batas minimal lahan adalah 160 meter persegi. Sementara di Batola 150 meter persegi. Perda itu sangat mengganjal pemenuhan target pembangunan rumah. Seharusnya itu tidak berlaku untuk pengembangan perumahan bersubsidi yang luasnya cukup 120 meter persegi. Dari mana kami dapat memperoleh dana untuk menguasai lahan seluas 160 meter persegi, sedangkan harga lahannya saja sudah di atas Rp 200.000 per meter persegi," beber Wahyu. 

Perda tersebut, lanjut dia, sangat memberatkan pengembang kecil dan menengah. Ekspansi lahan sulit terwujud karena tidak hanya di Batola dan Banjarmasin, kota Banjarbaru, dan kabupaten Martapura serta kawasan lainnya juga akan menerapkan hal serupa. 

"Ini sangat kami tentang. Karena yang kemudian bisa mengembangkan bisnis perumahan hanyalah pengembang-pengembang besar dengan dana yang kuat macam Ciputra Group," tandas Wahyu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.