Di Gedung Ini Tersimpan Dokumen Kekejaman Rezim Khmer Merah

Kompas.com - 27/10/2014, 14:00 WIB
The Sleuk Rith Institute, Kamboja. wallpaper.comThe Sleuk Rith Institute, Kamboja.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Di tangan diva arsitektur dunia, Zaha Hadid, apa pun bisa tampak indah dan luar biasa. Termasuk bangunan bekas penyimpanan arsip genosida Kamboja tahun 1970-an, saat 2 juta orang kehilangan nyawa mereka.

Gedung arsip bertajuk The Sleuk Rith Institute tersebut disulap Hadid menjadi struktur yang menarik dan istimewa. The Sleuk Rith Institute akan menjadi rumah bagi sebuah lembaga penelitian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyek ini merupakan visi aktivis hak asasi manusia Youk Chhang, 53, yang telah mengumpulkan arsip terperinci mengenai kekejaman rezim 1975-1979. Dia berani mempublikasikan secara luas arsip tersebut, 35 tahun setelah berakhirnya pemerintahan brutal Khmer Merah, di pusat ibukota, Phnom Penh.

"Kita harus hidup dengan bayangan gelap panjang," kata Chhang, yang kehilangan adiknya, serta bibi dan paman, untuk pemerintahan teroris Pol Pot.

"Kita tidak bisa melarikan diri, tapi kita tidak boleh diperbudak olehnya. Saya ingin lembaga ini membawa sesuatu yang baru dan penuh harapan, dan kita keluar dari pola pikir menjadi korban," tambah Chhang.

Kompleks ini direncanakan segai pusat studi genosida di Asia, dengan komponen pendidikan yang kuat serta dapat diakses oleh berbagai sekolah menengah.

Lahan yang ditempati gedung ini merupakan sumbangan pemerintah Kamboja. Sementara dana konstruksi senilai 35 juta dollar AS (Rp 427,5 miliar) didapat dari hasil penggalangan yang dilakukan USAID dan DC-Cam.

Selama dua dekade terakhir, Chhang dan timnya telah mengumpulkan arsip lebih dari satu juta dokumen, foto, kaset dan film, serta peta 200 penjara dan 20.000 kuburan massal di seluruh negeri.

Arsip Chhang menggambarkan kondisi di pedesaan, saat satu juta meninggal karena kelaparan, serta kamp penyiksaan terhadap ribuan tahanan yang dibunuh oleh polisi rahasia, serta bukti penting selama persidangan dua mantan pemimpin Khmer Merah, Khieu Samphan, 83, dan Nuon Chea, 88, yang dihukum karena kejahatan terhadap kemanusiaan pada bulan Agustus tahun ini.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.