Investor Kuasai Pasar Apartemen di Surabaya

Kompas.com - 16/10/2014, 10:54 WIB
Direalisasikannya pembangunan tiga proyek komersial dan dua proyek apartemen mahasiswa di Yogyakarta dan Surabaya, PT Adhi Persada Properti percaya diri bakal mencetak penjualan senilai Rp 1,7 triliun. HILDA B ALEXANDER/KOMPAS.COMDirealisasikannya pembangunan tiga proyek komersial dan dua proyek apartemen mahasiswa di Yogyakarta dan Surabaya, PT Adhi Persada Properti percaya diri bakal mencetak penjualan senilai Rp 1,7 triliun.
|
EditorLatief
SURABAYA, KOMPAS.com - Investor masih menguasai pasar apartemen strata Surabaya dalam konfigurasi pembelian selama kuartal III 2014. Dominasi investor tersebut terutama untuk segmen menengah bawah dengan komposisi lebih dari 60 persen ketimbang 40 persen pengguna akhir (end user).

Head of Surabaya JLL Indonesia, Joseph Lukito, menjelaskan segmen menengah apartemen strata di ibu kota Jawa Timur itu sangat menarik. Pasar menengah menawarkan prospek investasi menjanjikan yang berasal dari aktivitas transaksi resales atau penjualan kembali.

"Apalagi kalau lokasinya di sebelah barat, dan timur, sebagai pangsa pasar pasangan dan profesional muda. Mereka yang tidak memiliki kemampuan daya beli rumah landed di pusat kota yang harganya sudah demikian tinggi akan memilih apartemen menengah bawah," kata Joseph kepada Kompas.com, Rabu (15/10/2014).

Joseph menyebut contoh apartemen Water Palace yang dikembangkan Pakuwon Group. Harga perdana saat diluncurkan tiga tahun lalu masih sekitar Rp 300 juta, sekarang sudah menembus angka Rp 600 juta di pasar seken.

"Pembeli dan investor banyak membidik apartemen menengah bawah karena prospek penjualan kembali yang menguntungkan. Pasar apartemen Surabaya belum memasuki tahap menaarkan keuntungan yield atau imbal hasil dari penyewaan," tambah Joseph.

Saat ini, harga apartemen strata untuk kelas menengah bawah berkisar antara Rp 9 juta-Rp 11 juta per meter persegi, dengan pertumbuhan harga 10-27 persen per tahun. Sementara itu, harga apartemen strata kelas menengah berada pada level Rp 16 juta-Rp 17 juta per meter persegi dengan tawaran pertumbuhan 8-19 persen, dan kelas atas sekitar Rp 24 juta-Rp 35 juta per meter persegi dengan pertumbuhan 7-26 persen per tahun.

Secara umum, riset JLL Indonesia menunjukkan, apartemen strata kelas atas masih terbatas dan masih terkonsentrasi di kawasan CBD. Demikian halnya dengan apartemen kelas menengah.

Secara kumulatif, Surabaya mengoleksi sebanyak 9.142 unit apartemen strata yang terdistribusi di kawasan barat 4.063 unit atau 44 persen, timur 3.657 unit atau 40 persen, selatan 882 unit (10 persen), dan pusat 540 unit atau 6 persen. Hingga 2017 mendatang, Surabaya bakal menambah 9.452 unit apartemen baru sehingga total pasokan mencapai 18.594 unit.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X