Kompas.com - 09/10/2014, 16:47 WIB
Seperti Kopenhagen, kota ini lebih pusing mengatur pejalan kaki dan pesepeda ketimbang pengendara mobil karena jumlahnya jauh lebih banyak. Sebanyak 67 persen perjalanan di dalam kota lebih banyak menggunakan sepeda atau dengan berjalan kaki. M Latief/KOMPAS.comSeperti Kopenhagen, kota ini lebih pusing mengatur pejalan kaki dan pesepeda ketimbang pengendara mobil karena jumlahnya jauh lebih banyak. Sebanyak 67 persen perjalanan di dalam kota lebih banyak menggunakan sepeda atau dengan berjalan kaki.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Bukan tanpa alasan, jika Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP), Bernardus Djonoputro, menyarankan para wali kota di Indonesia, harus mengelola kotanya sebaik Kopenhagen.

Ibu kota Denmark tersebut memang layak dijadikan teladan kota ideal. Bahkan, dalam daftar World Health Cities 2014 keluaran CNN, Kopenhagen menempati posisi sebagai kota tersehat di antara kota-kota dunia lainnya. Kopenhagen mengungguli Vancouver, Melbourne, dan Napa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Kopenhagen juga beken sebagai surga bagi orang-orang paling bahagia di dunia. Predikat-predikat tersebut seakan tak cukup mendeskripsikan betapa kota ini dikelola dengan sangat baik. Wali kotanya memerhatikan kualitas hidup warganya, tanpa mengabaikan kemajuan dan dinamika teknologi sebagai pendukung untuk pengembangan kota berkelanjutan. Bahkan, Kopenhagen punya julukan baru sebagai kota paling inovatif.

Pendek kata, kota ini benar-benar memudahkan warganya untuk mengadopsi gaya hidup sehat, baik melalui penyediaan layanan kesehatan berkualitas, mendorong pencegahan pengobatan, atau mereduksi polusi udara.

Para pemimpin kota telah menerapkan undang-undang dan kebijakan yang menjamin penduduk setempat memiliki akses ke taman, makanan bergizi dan transportasi umum. Mereka juga sukses menciptakan program-program inovatif untuk memerangi penyakit dan meningkatkan kualitas hidup bagi warga hingga usia lanjut.

Kopenhagen juga terdepan sebagai kota hijau dengan prioritas tinggi pada ruang publik dan privat. Tak mengherankan jika kota ini juga dianugerahi European Green Capital 2014, karena memiliki banyak hotel, restoran, dan ruang konvensi yang ramah lingkungan.

Kota hijau

Pilihan transportasi yang efektif dan hijau juga tersedia di kota ini. Terdapat jalur khusus pesepeda sepanjang 249 km. Lebih dari setengah penduduk kota melakukan perjalanan ke tempat kerja atau sekolah dengan sepeda setiap hari.

Meskipun taman dan jalur khusus sepeda banyak tersedia, namun pemerintah kotanya terus memperluas dan mengembangkan jalur baru. Pada tahun 2015, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru agar semua warga harus dapat mencapai taman atau pantai dengan berjalan kaki dalam waktu kurang dari 15 menit.

Selain itu, mereka juga membuat banyak taman baru atau ruang hijau kecil untuk warga kota. Harapannya adalah bahwa mereka akan membantu menjaga warga tetap prima dan membantu lingkungan dengan mengurangi lalu lintas dan polusi udara.

Meskipun tergolong kota maju yang dipenuhi para profesional dan keluarga muda yang ambisius, namun Kopenhagen juga kota yang santai. Jam kerjanya fleksibel sehingga memungkinkan terciptanya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan yang sehat dan efisien.

Menurut laporan OECD, hanya 2 persen dari karyawan di kota ini bekerja 40 jam seminggu atau lebih, yang memungkinkan mereka untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, bermain olahraga, menjadi relawan, atau berpartisipasi dalam program masyarakat lainnya.

Meski santai, Denmark menempati peringkat tiga dalam Indeks Daya Saing Global yang diterbitkan INSEAD pada Desember 2013 lalu, serta masuk dalam daftar 10 besar IMD World Competitiveness Scoreboard 2014.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.