Kompas.com - 06/10/2014, 15:44 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Singapura bakal dihantui kelebihan pasokan kios-kios dalam pusat belanja strata. Pasalnya, hingga 12 bulan ke depan, terdapat 1.300 ruang ritel strata rampung dibangun. Termasuk Alexandra Central, City Gate, Eon Shenton, Junction Nine, dan The Promenade.

Menurut konsultan properti, Chestertons, jumlah tersebut 42 persen dari total pasokan yang masuk dalam pipa pengembangan selama 2014 hingga 2019 mendatang. Yang menjadi masalah adalah, jumlah pasokan ini melebihi permintaan, terutama unit-unit kios atau toko yang jauh dari pusat kota atau berlokasi di tempat yang tidak strategis. 

Banyaknya pasokan baru pusat belanja strata tersebut tak lepas dari ledakan pembangunan proyek multifungsi (mixed use) yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Komponen hunian dan kios mendominasi pengembangan multifungsi.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran, karena toko-toko dengan status kepemilikan strata title dimiliki secara independen. Sehingga tidak memungkinkan adanya kontrol atau pengawasan apakah kios-kios tersebut tersewa atau tidak.

Investor mendominasi

Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, banyak pembeli dengan motif investasi (investor) yang beralhir ke toko strata untuk dijadikan sebagai instrumen investasi. Fenomena tersebut terjadi setelah pemerintah menerapkan langkah-langkah pendinginan pada segmen properti residensial.

Analis mengatakan beberapa investor ini mungkin tidak sepenuhnya memahami apa yang mereka beli, karena pertimbangannya sangat berbeda dengan membeli apartemen. Pertimbangan termasuk lokasi, aksesibilitas melalui transportasi umum, densitas populasi, campuran satuan dan lokasi unit dalam mal, serta jenis penyewa di sana.

Direktur Chesterton, Donald Han, mencatat bahwa sebagian besar pembeli punya tujuan tunggal yakni menyewa kembali toko-toko mereka dengan ekspektasi nilai sewa tinggi.

"Dan jika mereka telah membeli toko yang tidak dekat dengan fasilitas apapun atau pusat pekerjaan atau tidak dekat mass rapid transit  (MRT), misalnya, mereka mungkin akan terjebak. Beberapa mal yang lebih kecil mungkin tidak dapat bersaing dengan mal yang lebih besar. alasan lain mengapa mal kecil mungkin tidak melakukannya dengan baik adalah kurangnya fasilitas parkir mobil," papar Han.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.