Keppel Land Jual Saham BG Junction Surabaya

Kompas.com - 23/09/2014, 00:18 WIB
BG Junction, Surabaya. acsetBG Junction, Surabaya.
|
EditorHilda B Alexander
SINGAPURA, KOMPAS.com - Salah satu pengembang raksasa yang berbasis di Singapura, Keppel Land Ltd, melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, PT Keppel Land, menandatangani perjanjian untuk menjual 80 persen saham efektif di BG Junction, Surabaya, kepada Silverise Company Ltd dan PT Pelangi Arjuna senilai 42,8 juta dollar AS atau setara Rp 512,9 miliar.

Silverise saat ini memiliki 20 persen saham pusat belanja yang berlokasi di Jl Bubutan tersebut. Dengan penjualan saham ini, Keppel Land berharap dapat menghasilkan laba setelah pajak sekitar 12,5 juta dollar AS (Rp 150 miliar).

Presiden Direktur Keppel Land Indonesia, Sam Moon Thong mengatakan, perusahaan akan terus-meninjau portofolio untuk memaksimalkan pengembalian modal dan mengalokasikannya untuk pengembangan proyek baru.

"Indonesia masih menjadi salah satu pasar pertumbuhan utama Keppel Land. Secara jangka panjang, pasar properti Indonesia tetap positif, didukung oleh jumlah penduduk, pertumbuhan kelas menengah dan meningkatnya urbanisasi. Hal ini akan mendorong peningkatan permintaan  dan kantor yang berkualitas," ujar Thong.

Selain BG Junction yang memiliki tingkat okupansi 95 persen dengan perite utama Carrefour, Cahaya Departemen Store dan Hartono Elektronik, Keppel Land juga punya portofolio skala besar lainnya.

Sebut saja International Financial Centre Jakarta (IFC), yang berada di pusat bisnis Jl Jendral Sudirman, lahan seluas 3 hektar di Jakarta Barat yang baru saja diakuisisi awal 2014, serta Ria Bintan yang merupakan resor terpadu berisi hotel dan lapangan golf.




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X