Saatnya Berbisnis.... Ini 5 Tips Ampuh Menyewakan Apartemen Anda!

Kompas.com - 11/09/2014, 14:55 WIB
Untuk serviced apartment tercatat ada lonjakan dari 4.5 persen menjadi 80.9 persen. Sementara itu, untuk kondominium angkanya meroket dari 1.0 persen menjadi 62.9 persen. www.shutterstock.comUntuk serviced apartment tercatat ada lonjakan dari 4.5 persen menjadi 80.9 persen. Sementara itu, untuk kondominium angkanya meroket dari 1.0 persen menjadi 62.9 persen.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun ini, meskipun situasi politik cukup bergejolak, tren pasar sewa properti akan cukup stabil. Hasil riset Cushman & Wakefield dalam laporan Marketbeat Rental Apartment Snapshot menyatakan bahwa permintaan properti lokal terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Indonesia. Bahkan, pada kuartal kedua 2014, terdapat kenaikan tingkat hunian apartemen dan kondominium sebesar 2.8 persen.

Beberapa apartemen sub-sektor di Jakarta juga mengalami progres positif, terutama dari tipe serviced apartment dan kondominium. Untuk serviced apartment tercatat ada lonjakan dari 4.5 persen menjadi 80.9 persen. Sementara itu, untuk kondominium angkanya meroket dari 1.0 persen menjadi 62.9 persen.

Otomatis, data tersebut ikut mendongkrak tarif sewa, yang persentasenya dibandingkan tahun sebelumnya naik hingga 3.7 persen. Ini menunjukkan pertumbuhan bisnis properti sangat potensial. Untuk itulah, bagi Anda yang tertarik ikut ambil bagian dalam tren sewa properti, ini saatnya memantapkan rencana. Ada lima tips bermanfaat dari Lamudi Indonesia untuk Anda jadikan langkah menjalankan rencana tersebut berikut ini: 

1. Kalkulasi biaya

Pertama, berhati-hatilah saat menghitung biaya yang mungkin perlu Anda keluarkan, misalnya  biaya hipotek, pemeliharaan, renovasi, hingga asuransi.

Anda juga perlu mempertimbangkan kerusakan yang mungkin terjadi pada properti Anda selama waktu sewa. Total biaya tersebut tidak boleh lebih tinggi dari biaya sewa yang Anda tetapkan.

2. Lokasi strategis

Semakin strategis lokasi apartemen Anda, semakin tinggi biaya sewa bisa Anda tetapkan. Lokasi, bagaimanapun, adalah faktor penting dalam memilih apartemen, selain juga faktor fasilitas dan pembangunan daerah. Gabungan faktor-faktor ini dapat menjadi nilai jual penting.

Misalnya, dalam laporan Asia-Pasific Residential Review yang dirilis Knight Frank, rencana pembangunan MRT (Mass Rapid Transformasi) telah membawa perubahan harga tanah di kawasan Lebak Bulus, yakni melonjak hingga 30 persen - 40 persen sejak tahun lalu. Harga ini diprediksi terus naik hingga pembangunan MRT selesai pada 2018.

Berdasarkan data tersebut, Anda dapat mulai menghitung sejauh apa pengaruh kestrategisan lokasi properti Anda pada harga sewanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X