Sebelum Isu BBM, Tarif Apartemen Sewa Sudah Naik!

Kompas.com - 02/09/2014, 13:26 WIB
Ilustrasi apartemen shutterstockIlustrasi apartemen
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com -  Selama semester pertama 2014 tidak ada pasokan baru apartemen
sewa di Jakarta. Pasar apartemen masih menunggu 630 unit apartemen baru pada 2015 nanti.

Demikian hasil riset Colliers Internasional dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (2/8/2014). Berdasarkan catatan Colliers, perkembangan apartemen sewa terdiri dari 280 unit di dua proyek, yaitu Ascott Kuningan dan TBS Linera Serviced Apartments, yang akan selesai pada kuartal tiga dan empat 2014. Adapun sisanya sebanyak 350 unit berada di dua proyek, yaitu Fraser Place Setiabudi di Setiabudi Sky Garden dan Fraser Suites di Ciputra World 2.

Sampai akhir kuartal dua tahun ini, total pasokan apartemen sewa (serviced dan non-serviced) di Jakarta tetap di 8334 unit. Berdasarkan lokasinya, apartemen sewa di Jakarta kebanyakan tersebar sekitar kawasan CBD dan Jakarta Selatan, yaitu sekitar 43 persen sampai 35 persen. Berdasarkan kelasnya, sebagian besar apartemen sewa di Jakarta itu dikelompokkan menjadi proyek kelas menengah ke atas dan kelas menengah bawah masing-masing sebanyak 74 persen dan 14 persen.

"Ekspatriat masih menjadi target pasar, yang perkembangannya terutama ditandai oleh pemeliharaan dan tarif sewa lebih tinggi. Selain itu, sebagian kecil apartemen sewa menengah ke bawah terdiri dari proyek apartemen non-serviced di Jakarta Selatan," ujar Ferry Salanto, Associate Director Colliers International.

Secara keseluruhan, harga untuk apartemen sewa di Jakarta naik selama kuartal dua 2014. Jauh sebelum isu kenaikan BBM, kenaikan tersebut sebagian besar disebabkan oleh beberapa apartemen lama yang setelah direnovasi kemudian menawarkan harga lebih tinggi, mulai dari 200 dollar AS atau sekitar Rp2,3 juta per unit sampai 400 dollar AS (Rp4,6 juta) per unit.

Di sisi lain, beberapa operator serviced apartment di wilayah Jakarta Selatan tampaknya begitu percaya diri menaikkan harga sewa antara 100 dollar AS sampai 150 dollar AS per unit per bulan.

"Secara keseluruhan, harga sewa rata-rata apartemen di daerah CBD, termasuk Jakarta Selatan dan non CBD sedikit meningkat, yaitu 0,9 persen dibandingkan triwulan sebelumnya," kata Ferry.

Apartemen di area CBD (termasuk Jakarta Selatan) mencatat harga sewa rata-rata 33.20 dollar AS per meter persegi per bulan. Sementara itu, apartemen non-serviced sedikit lebih rendah, yaitu rata-rata seharga 26.70 dollar AS per meter persegi per bulan. Adapun apartemen yang terletak di kawasan non CBD mencapai 17.80 dollar AS per meter persegi per bulan.

Colliers mencatat, secara keseluruhan untuk apartemen sewa selama kuartal kedua 2014 mengalami kenaikan tingkat hunian sebesar 0,8 persen menjadi 76.6%. Semua sub-pasar apartemen, baik yang serviced maupun non-serviced, mengalami kenaikan dibandingkan pada kuartal sebelumnya, yang masing-masing sebesar 0,2 persen dan 1,9 persen.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X