Pengembang Desak Moratorium Hotel di Bali

Kompas.com - 01/09/2014, 16:28 WIB
Pullman Hotel Bali. www.wikimedia.orgPullman Hotel Bali.
|
EditorHilda B Alexander
DENPASAR, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Bali, I Made Sudhana Yasa, mendesak Pemprov Bali untuk membatasi (moratorium) pembangunan dan izin perhotelan. Pasalnya, kondisi Bali sekarang jauh lebih semrawut, kumuh, dan tidak lagi tertata dengan baik.

"Di setiap jengkal lahan di Bali, pasti terdapat hotel. Terlebih hotel murah meriah (budget hotel).  Dengan ini kami mendesak Pemprov Bali segera melakukan pembatasan izin pembangunan hotel," ujar Sudhana kepada Kompas.com, Senin (1/9/2014).

Menurut Sudhana, pembangunan hotel murah meriah baik dengan menggandeng operator lokal maupun asing, tidak memerhatikan daya dukung lingkungan. Mereka membangun hotel di area seluas 8 are pun jadi. Dengan begitu tempat parkir untuk kendaraan tidak tersedia.

"Akhirnya, kendaraan-kendaraan milik para tamu hotel tersebut terpaksa diparkir di pinggir jalan. Ini hanya akan menambah kemacetan Bali. Lebih jauh lagi, Bali kian semrawut," tutur Sudhana.

Tak hanya itu, lanjut dia, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Bali terus menunjukkan penurunan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, per Juli 2014, TPK hotel mencapai 61,40 persen atau melorot 0,70 persen dibanding kinerja sebulan sebelumnya yakni 62,10 persen pada Juni 2014. Sementara bila dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun lalu, anjlok 1,04 persen dari 62,44 persen.

Desakan untuk menerapkan kebijakan moratorium hotel, bukan tanpa alasan. Sudhana menambahkan, saat ini jumlah hotel di Bali sudah semakin banyak dan tak terhitung. Kehadirannya bahkan sudah sampai wilayah-wilayah kecamatan.

Mengutip data Badan Pusat Statistik Nasional, hingga 2016 mendatang, Pulau Para Dewa ini akan dipenuhi 67 hotel baru dengan kamar sebanyak 12.226 unit. Hotel segmen C atau bintang 3 menguasai pipeline sebanyak 40 persen.

Sampai akhir 2011 saja, Bali telah dipenuhi 22.000 kamar hotel. Jumlah ini membengkak ketika setahun kemudian terdapat tambahan sekitar 3.400 kamar. Berturut-turut Bali akan disesaki sekitar 4.700 kamar pada 2013 dan 4.100 kamar pada 2014-2016. Sehingga menggenapi jumlah 34.226 kamar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X