DPP REI: Biaya Tinggi Akibat Banyak Aturan Tidak Efisien!

Kompas.com - 28/08/2014, 14:09 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com -  Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestat Indonesia (REI), Eddy Hussy, mengeluhkan praktik ekonomi biaya tinggi yang selama ini dialami oleh pengembang. Hal tersebut dia sampaikan pada bincang-bincang bertema "Ekonomi Biaya Tinggi di Sektor Properti" di Jakarta, Kamis (28/8/2014).

Eddy mengatakan, ekonomi biaya tinggi terjadi akibat inefisiensi di berbagai bidang. Mulai dari proses perizinan yang rumit dan berbelit-belit, ketidaktersediaan infrastruktur, kurangnya kepastian hukum terhadap hak tanah, hingga kepastian hukum terhadap perizinan sangat tidak efisien.

"Pertama, akibat proses perizinan yang panjang, tidak jelas waktunya dan biayanya. Kedua, akibat infrastruktur, transportasi yang tidak memadai antar pulau dan antar daerah. Harga bahan bangunan di Papua berbeda sangat jauh dengan harga di tempat lainnya," ujarnya.

"Tidak adanya kepastian hukum terhadap hak tanah. Tanah yang sudah dimiliki bertahun-tahun atau tanah yang sudah dikuasai pemerintah bertahun-tahun bisa digugat di pengadilan. Empat, kepastikan hukum soal perizinan. KLB dari 6 jadi 3,5. Akibatnya, pengembang jadi tidak ekonomis membangun rusunami," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum APINDO, Sofjan Wanandi, kembali menegaskan bahwa tidak hanya pengembang, pengusaha secara umum pun membutuhkan kepastian hukum. Menurut dia, hal itu sebenarnya sederhana, namun bisa berakibat fatal.

"Garis besarnya sebenarnya sederhana. Kita inginkan intersektoral, terutama kepastian hukum. Hukum di indonesia banyak sekali yang turun tangan, overlapping, sampai ke perda dan itu yang selalu dipakai untuk memeras perusahaan. Kedua infrastruktur, listrik, air, irigasi kita perlukan. Itu yang kita inginkan. Kita ingin otonomi harus jelas. Otonomi kita menghasilkan raja-raja kecil, masuk KPK semua. Reformasi, pembagian tugas yang jelas, dengan satu target yang jelas," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X