5 Kesalahan Anda Gagal Menjual Properti Lewat "Listing"!

Kompas.com - 18/08/2014, 11:52 WIB
Berdasarkan catatan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), ke-30 perusahaan broker properti asing tersebut mengoperasikan sekitar 250 hingga 300 kantor di seluruh Indonesia. www.shutterstock.comBerdasarkan catatan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), ke-30 perusahaan broker properti asing tersebut mengoperasikan sekitar 250 hingga 300 kantor di seluruh Indonesia.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Belakangan, munculnya jutaan listing online properti baru dan telah menjadi tantangan tersendiri untuk para agen real estate, terutama jika dikaitkan dengan kinerja mereka agar bisa tampil menonjol dibandingkan kompetitornya. Tak bisa sembarang lagi tampil untuk menarik calon pembeli.

Seorang agen dapat dengan cepat menarik perhatian calon pembeli atau penyewa dengan cara mengidentifikasi kesalahan-kesalahan dalam proses pengiklanan produknya. Mereka harus lebih mengenali dan mengetahui nilai jual properti tersebut, serta mengetahui dengan jelas karakteristik tipe properti seperti apa yang cepat dijual kepada konsumen.

Tak sulit untuk melakukan tahapan-tahapan tersebut. Menurut Lamudi Indonesia, setidaknya ada 5 kesalahan yang paling sering dilakukan oleh agen real estate, simak berikut ini sebelum Anda memasarkan listing dan penjualan properti Anda: 

1. Tanpa atau minim foto

Pemasaran properti online haruslah menarik secara visual, sedangkan banyak agen real estate yang lupa atau bahkan tidak sama sekali menyertakan foto-foto properti dalam listing-nya. Ini jelas cara jualan yang tidak menarik. Untuk itu, pastikan Anda mencantumkan sekurang-kurangnya lima foto ruangan yang berbeda dari properti yang ingin dijual dengan resolusi gambar tinggi agar terlihat jelas dan nyaman.

Mencantumkan gambar/foto yang redup atau kurang pencahayaan dan bahkan buram sama sekali tidak membuat calon pembeli tertarik mengetahui lebih jauh tentang properti tersebut.

2. Tata bahasa buruk

Bahasa memainkan peranan penting dalam upaya penjualan produk real estate Anda. Untuk itu, pastikan selalu memeriksa ejaan dan struktur kalimat promosi yang ingin Anda gunakan sebelum memasukkan listing properti Anda.

Deskripsikan properti dengan kalimat yang eye-catching. Biasanya, listing properti dengan judul yang tepat akan mudah menarik perhatian lebih banyak calon pembeli. Namun, hindari penggunaan kata-kata seperti, "Dijual cepat," atau semacamnya. Hal tersebut hanya berpotensi menimbulkan pertanyaan bagi calon pembeli, "Kenapa properti ini ingin dijual cepat?".

3. Deskripsi lingkungan di sekitar properti 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X