Genjot Infrastruktur dan Stadion Piala Dunia, Rusia Kucurkan Subsidi Rp 1,7 triliun

Kompas.com - 08/08/2014, 17:34 WIB
Trofi Piala Dunia diperlihatkan saat jumpa pers FIFA World Cup Trophy Tour di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (6/1/2014). Pesta akbar sepak bola yang mempertemukan timnas dari negara-negara terbaik di dunia akan digelar tahun ini di Brasil. Indonesia mendapat kunjungan trofi World Cup sebagai ajang promosi helatan akbar tersebut hingga 8 Januari mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOTrofi Piala Dunia diperlihatkan saat jumpa pers FIFA World Cup Trophy Tour di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (6/1/2014). Pesta akbar sepak bola yang mempertemukan timnas dari negara-negara terbaik di dunia akan digelar tahun ini di Brasil. Indonesia mendapat kunjungan trofi World Cup sebagai ajang promosi helatan akbar tersebut hingga 8 Januari mendatang.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Pemerintah Rusia berkomitmen memberikan dana subsidi untuk menggenjot pembangunan stadion dan infrastruktur Piala Dunia FIFA 2018 mendatang melalui seperangkat aturan baru.

Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev yang menandatangani komitmen tersebut menguraikan pemerintah akan mendukung Rusia sebagai tuan rumah dengan kucuran dana subsidi sebesar 150 juta dollar AS atau setara Rp 1,7 triliun.

Meskipun progres pembangunan beberapa venue sesuai jadwal penyelesaian, namun beberapa lainnya justru masih tanda tanya. Ada beberapa stadion dan infrastruktur yang masih belum dimulai konstruksinya.

Sementara, jumlah dana yang harus dikeluarkan Rusia untuk menjadi tuan rumah turnamen sepakbola sejagat itu sebesar 20 miliar dollar AS (Rp 235,8 triliun). Dana tersebut mencakup pembangunan stadion baru, hotel, fasilitas pelatihan sepakbola, dan juga fasilitas lainnya.

Setengah dari
jumlah dana tersebut berasal dari anggaran pemerintah daerah dan porsi lainnya berasal dari investor swasta.

Rusia sendiri telah menerima tinjauan yang beragam saat menjadi tuan Olimpiade Musim Dingin di Sochi, meskipun telah menghabiskan lebih dari 50 miliar dollar AS (Rp 589 triliun).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ibtimes
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.