Kompas.com - 04/08/2014, 15:05 WIB
Desainer dan seniman asal Inggris, Hareth Pochee, Adam Khan, Louis Leger, dan Patrick Fryer mengajukan ide bertajuk Energy Duck untuk Land Art Generator Initiative. Bebek raksasa yang akan ditempatkan di Pelabukan Kopenhagen tersebut tidak hanya menjadi atraksi turis, namun juga mengumpulkan sinar matahari dan mengubahnya jadi listrik. Land Art Generator InitiativeDesainer dan seniman asal Inggris, Hareth Pochee, Adam Khan, Louis Leger, dan Patrick Fryer mengajukan ide bertajuk Energy Duck untuk Land Art Generator Initiative. Bebek raksasa yang akan ditempatkan di Pelabukan Kopenhagen tersebut tidak hanya menjadi atraksi turis, namun juga mengumpulkan sinar matahari dan mengubahnya jadi listrik.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Panel surya tidak perlu tampil membosankan. Sebuah tim asal Inggris yang terdiri dari seniman dan desainer, Hareth Pochee, Adam Khan, Louis Leger, dan Patrick Fryer, mengajukan ide bertajuk "Energy Duck" kepada Land Art Generator Initiative.

Tim tersebut mengembangkan ide yang menarik secara visual, namun juga berfungsi aktif untuk mengubah radiasi sinar matahari menjadi listrik.

 
Menurut rencana, "Energy Duck" akan ditempatkan di pelabuhan Kopenhagen. Tidak sekadar menjadi pemanis lanskap, "Energy Duck" yang mengambil bentuk dari eider (bebek laut) ini juga punya fungsi strategis.
 
Bangunan mengambang setinggi 12 lantai ini dibuat dari baja ringan dan hampir sepenuhnya diselimuti oleh panel solar. Tidak hanya itu saja, bebek raksasa ini pun akan dilengkapi oleh lampu LED.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

time Pada waktu malam, lampu-lampu LED tersebut akan menyala dan berganti warna. Seperti dikutip Designboom, berbagai pola nyala LED pada permukaan Energy Duck tersebut akan menandai kinerja turbin air di dalamnya.
Pada waktu malam, lampu-lampu LED  tersebut akan menyala dan berganti warna. Seperti dikutip Designboom, berbagai pola nyala LED pada permukaan Energy Duck tersebut akan menandai kinerja turbin air di dalamnya.

Sementara itu, ketika tenaga listrik harus didistribusikan, bagian dasar bebek ini akan dibanjiri sampai jumlah tertentu. Listrik tersebut kemudian akan ditransmisikan ke jaringan listrik nasional.
 
Sejauh ini, "Energy Duck" memang baru berbentuk konsep. Dalam konsep tersebut, para desainer dan seniman juga ingin agar Sang Bebek bisa juga menjadi atraksi turis. Dengan cara ini, turis bisa menikmati kerja "Energy Duck "dari dalam.
 
Ide ini merupakan hasil pengembangan yang sengaja dibuat untuk kompetisi besutan Land Art Generator Initiative (LAGI). LAGI merupakan proyek yang bertujuan untuk mengintegrasikan seni dengan desain berkelanjutan. Dalam jangka panjang, LAGI akan menghasilkan solusi energi alternatif yang bisa diproduksi dan sekaligus tampil menarik. 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.