Kompas.com - 02/08/2014, 14:06 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Desainer Oluwaseyi Sosanya, lulusan Royal College of Art (RCA), membuka jalannya dalam dunia industri dengan menciptakan mesin tenun. Berbeda dari mesin tenun pada umumnya, mesin karya Sosanya bisa memproduksi hasil tenunan rumit dalam tiga dimensi. Menurutnya, mesin ini bisa berkontribusi dalam dunia arsitektur di masa depan.

Semula, Sosanya mempresentasikan hasil tenunan mesinnya sebagai sol sepatu di acara desain tahunan RCA. Kini, Sosanya melihat ada peluang untuk menggunakan hasil kreasinya di dunia arsitektur.

"Ada struktur yang sangat kaku dan ada struktur yang benar-benar lembut. Dalam arsitektur, kita bisa melihat panel kreasi untuk insulasi dan ekstrusi kreasi khusus, memvariasikan properti di seluruh bagiannya, seolah ditenun," ujar Sosanya.

Mesin tenun ini dikembangkan dalam program Innovation Design Engineering di Royal College of Art. Sosanya mengadaptasi teknologi penggilingan CNC untuk menenun struktur kompleks dalam tiga dimensi. Tidak hanya itu, mesin tersebut juga bisa menenun satu produk dalam berbagai kepadatan.

"Dalam satu ujung balok, Anda memiliki banyak beban dan di ujung lainnya beban lebih ringan, jadi Anda menginginkan lebih sedikit material. Anda bisa menenun struktur ringan dengan proses berkesinambungan. Apa pun yang bisa membuat Anda mengurangi jumlah sambungan, namun menjaga keutuhan struktur, adalah sebuah keuntungan. Ini sebuah manfaat. Jadi, hal ini tidak hanya pengurangan dalam biaya, namun juga keutungan struktur (yang lebih baik)," imbuhnya.

Selain itu, Sosanya juga mengungkapkan bahwa dia sudah berbincang dengan insiyur biologi (bioengineers) di Universitas Brunel. Ke depannya, Sosanya juga ingin bertemu dengan para pemimpin industri dalam bidang serupa, dan meningkatkan proyek ini ke tingkat selanjutnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa temuan Sosanya bisa mendorong kemunculan temuan serupa yang bisa memajukan dunia arsitektur. Hanya saja, sejauh ini temuan Sosanya sendiri baru bisa memproduksi barang-barang dalam skala kecil. Selain sol sepatu, Sosanya juga melihat adanya kemungkinan produksi barang-barang medis. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Dezeen
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.