Raja Properti Singapura Ambil Alih Properti Premium AS

Kompas.com - 29/07/2014, 14:02 WIB
Keppel Land rambah pasar properti Amerika Serikat. keppelcommercial.comKeppel Land rambah pasar properti Amerika Serikat.
|
EditorHilda B Alexander
SINGAPURA, KOMPAS.com - Raja properti Singapura, Keppel Land, ikut mencetak sejarah bersama para pengembang lainnya dari Asia dengan membenamkan investasi di pasar properti Amerika Serikat.

Keppel Land tercatat mengakuisisi Metropolitan Tower, hunian vertikal di lokasi premium, tepatnya jantung kota New York, sekitar 70 juta dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 809,9 miliar. Properti ini sebelumnya dimiliki Macklowe Properties.

Selain hunian vertikal yang berada di Upper East Side, Manhattan, nilai investasi sebesar itu juga sudah termasuk properti komersial ritel dan proyek perkantoran yang berjarak lima menit dari gedung Citigroup dan Metlife.

"Keppel Land akan terus berinvestasi dan memanfaatkan peluang di kota-kota global utama dengan potensi pertumbuhan yang baik, selain tetap fokus di pasar Asia, dengan Singapura dan Tiongkok sebagai pasar utama kami," kata CEO Keppel Land, Ang Wee Gee, Selasa (29/7/2014).

Dengan resminya Keppel Land berinvestasi di AS, menjadikan hegemoni tiga macan Asia semakin kokoh. Tiga macan Asia tersebut adalah Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan.

Secara kumulatif ketiga negara tersebut membenamkan dana dengan nilai fantastis yakni Rp 51,4 triliun sepanjang paruh 2013.

Menurut Real Capital Analytic, Singapura telah menginvestasikan sejumlah 1,87 miliar dollar AS (Rp 18,5 triliun). Tumbuh nyaris dua kali lipat ketimbang tahun sebelumnya, kurang dari 1 miliar dollar AS (Rp 9,9 triliun).

Korea Selatan menyusul dengan menebar pundi sebanyak 1,83 miliar dollar AS (Rp 18,1 triliun). Investasi mereka di Amerika Serikat ini merupakan bagian dari upaya "menguasai" secara global sektor properti. Sebagai informasi, Korea Selatan telah menanam lebih dari 5 miliar dollar AS (Rp 49,5 triliun) untuk membiayai dan membangun proyek-proyek properti di seluruh dunia. 

Padahal, tahun lalu, mereka hanya menginvestasikan sebesar 500 juta dollar AS (Rp 4,9 triliun). Ini artinya, dalam periode yang sama, realisasi investasi Korea Selatan tumbuh nyaris enam kali lipat. Aktifitas investasi Korea Selatan meliputi akuisisi Mirae Asset Global Investment. Ini merupakan sebuah gedung perkantoran di Chicago. Mereka membelinya dengan harga 218 juta dollar AS (Rp 2,1 triliun).

Sementara itu, dana Tiongkok yang tersebar  dalam paruh pertama tahun ini lebih dari 1,5 miliar dollar AS (Rp 14,8 triliun). Lonjakan investasi ini sangat signifikan dibandingkan tahun 2012  yang hanya senilai 300 juta dollar AS (Rp 2,9 triliun).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X