Pembangunan Timpang, Infrastruktur Banten Memang Buruk!

Kompas.com - 23/07/2014, 15:52 WIB
Siswa SDN Cigoong 2 berangkat sekolah dengan meniti jembatan rusak yang menghubungkan Desa Karyajaya dan Desa Cigoong Selatan, Lebak, Banten, 7 April 2014. Sudah dua tahun para murid melintasi jembatan ini untuk menuju sekolah, karena jika memutar mereka harus menempuh jarak sejauh tiga kilometer. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOSiswa SDN Cigoong 2 berangkat sekolah dengan meniti jembatan rusak yang menghubungkan Desa Karyajaya dan Desa Cigoong Selatan, Lebak, Banten, 7 April 2014. Sudah dua tahun para murid melintasi jembatan ini untuk menuju sekolah, karena jika memutar mereka harus menempuh jarak sejauh tiga kilometer.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD Realestate Indonesia (REI) Banten, Soelaeman Soemawinata, menyatakan bahwa Provinsi Banten masih punya potensi sangat tinggi di bidang properti. Sayangnya, buruknya infrastruktur Banten menjadi kendala utama yang membuat pembangunan di provinsi ini tidak merata.

"Peraturan Pemda di sini tidak menjawab dinamika pembangunan yang ada atau dengan kata lain tidak mengikuti zaman. Infrastruktur yang ada juga tidak mendukung," kata Soelaeman di Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam. 

Akibatnya, lanjut Soelaeman, kawasan Banten sisi utara lebih maju dibandingkan Banten wilayah selatan yang tertinggal. Pembangunan di utara Banten maju pesat dengan kondisi infrastruktur relatif lebih baik dibandingkan selatan. Selain jalan nasional dan provinsi yang kualitasnya cukup baik, kawasan utara juga memiliki akses jalan tol sepanjang lebih-kurang 145 kilometer, yang menghubungkan Tangerang-Merak dan Merak-Tangerang.

Otomatis, menurut Soelaeman, memadainya infrastruktur menarik minat investor ke Banten utara. Daerah-daerah utara Banten misalnya Cilegon, Serang, dan Tangerang pun menjadi pusat perdagangan dan jasa. Pertumbuhan properti sangat pesat terlihat dari kian banyaknya hunian, pusat perbelanjaan dan jasa yang tumbuh di sepanjang jalan protokol. 

"Tangerang misalnya, karena infrastrukturnya sudah lebih baik, lebih cepat maju dan semakin maju mengikuti perkembangan Jakarta," ujar Soelaeman.

Pusat industri juga tumbuh pesat di kawasan ini. Ada setidaknya 18 kawasan industri di sepanjang pesisir utara, mulai Anyer, Ciwandan, Cigading, Kragilan, Balaraja, Cikupa, Pasar Kemis, hingga Serpong (Baca: Desa Tertinggal Itu Hanya 2 Jam dari Ibukota Jakarta...).

Sementara di wilayah selatan, buruknya akses jalan dan minimnya transportasi mengakibatkan banyak desa terisolasi. Berdasarkan catatan Kompas, beberapa kecamatan desa yang masih terisolasi di wilayah ini adalah Lebak, Panacaran, dan Curunglanglang. Itu belum termasuk dengan Desa Pasirloa, Pasir Lancar, Campakawarna, Kadu Malati, dan Pasirdurung, atau Kecamatan Sindangresmi.

Daerah lain yang terisolasi juga bisa ditemukan di Kecamatan Cibaliung, Sumur, dan Cimanggu di Pandeglang. Adapun di Lebak, sejumlah desa di Kecamatan Panggarangan, Cihara, Cilograng, Cibeber, dan sebagainya. Tak heran, bila daerah selatan Banten masih tetap menjadi kantong kemiskinan.

Soelaeman mengatakan bahwa integrasi pengembangan Infrastruktur dan properti tak bisa ditawar lagi. Saat ini, dalam skala dan ruang lingkup yang jelas diperlukan keterpaduan perencanaan dan kebijakan oleh pemerintah.

"Padahal, Banten punya potensi tinggi karena ada bandara internasional, punya kawasan industri, punya banyak kawasan wisata. Tapi karena infrastrukturnya tidak merata, jadi timpang. Sinergi dengan pemerintah kurang untuk memperbaiki kondisi ini di Banten," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X