Eric Cesal, Inilah "Jenderal" Architecture for Humanity!

Kompas.com - 12/06/2014, 15:08 WIB
Eric Cesal kini menjabat sebagai Executive Director untuk Architecture for Humanity. 15 tahun berkarya, Architecture for Humanity masih akan mendampingi daerah-daerah yang membutuhkan bantuan. Architecture for HumanityEric Cesal kini menjabat sebagai Executive Director untuk Architecture for Humanity. 15 tahun berkarya, Architecture for Humanity masih akan mendampingi daerah-daerah yang membutuhkan bantuan.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Architecture for Humanity, lembaga nirlaba yang menyediakan desain arsitektur, perencanaan, layanan manajemen proyek, manajemen konstruksi, analisis pasca hunian, dan memfasilitasi keterlibatan masyarakat di seluruh proyeknya kini sudah berkarya selama 15 tahun. Setelah pendirinya, Kate Stohr dan Cameron Sinclair memutuskan mengundurkan diri, lembaga yang ingin menyediakan desain berkualitas bagi siapa pun itu akhirnya menunjuk direktur eksekutif baru.

Jajaran Direksi Architecture for Humanity menunjuk Eric Cesal sebagai Executive Director bagi lembaga tersebut. Cesal adalah desainer berpengalaman, serta penulis memoir bertajuk Down Detour Road: An Architect in Search of Practice.

Seperti dikutip dalam Archdaily, Cesal sudah bergabung dengan Architecture for Humanity sejak 2006 lalu. Dia terlibat sebagai relawan dalam program rekonstruksi pasca Badai Katrina. Dia juga memimpin Haiti Rebuilding Center di Port-au-Prince sejak 2010 hingga 2012.

Cesal punya tugas penting setelah penunjukkannya sebagai direktur eksekutif. Pertama, dia bertugas membantu masyarakat yang tertimpa bencana, mendidik dan memperkuat komunitas berisiko. Kedua, dia bertugas menggunakan pengetahuan dan pengalamannya untuk melatih, memberdayakan, dan menjadi mentor bagi organisasi dan para desainer agar mampu "mengubah dunia".

"Kami tidak akan menjadi organisasi yang hanya merespon krisis dan musibah. Kami akan menjadi organisasi yang mencegahnya. Kami akan tetap berdiri di sisi berbagai komunitas yang telah menjadi korban cuaca ekstrem, krisis, dan pengabaian. Bagaimana pun, kami akan mengekspansi fokus kami untuk memasukkan komunitas-komunitas yang berisiko dari bahaya dan membantu mereka memperkuat diri menghadapi bencana di masa depan," ujar Cesal mengenai tugasnya.

Simak beberapa hasil karya Architecture for Humanity, seperti Librii, St Bernard Project, dan Designing Recovery.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X