Harga Tanah Sekitar Bandara Terus Bergerak Naik

Kompas.com - 07/06/2014, 15:28 WIB
Citra Bandara International Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. dokumentasi Angkasa Pura 1Citra Bandara International Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring pertumbuhan bisnis penerbangan, pembangunan properti pun masif terjadi. Indikasinya banyak berdiri proyek hotel, apartemen, hunian, dan komersial di sekitar area bandar udara (bandara).

Dampak ikutannya, harga lahan pun terus bergerak naik. Nyaris, di setiap daerah sekitar bandara di Indonesia, kenaikan terjadi bersamaan saat pengembangan bandara sedang dan sudah dilakukan.

Berdasarkan data yang diperoleh Kompas.com dari berbagai agen properti, harga lahan di sekitar bandara tumbuh variatif, mulai 10 persen 15 persen, hingga tertinggi 30 persen.

Harga lahan di daerah sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, misalnya, saat ini menembus kisaran angka Rp 6 juta hingga Rp 8,5 juta per meter persegi. Harga dengan pertumbuhan tertinggi berada di area Cengkareng, Batuceper, dan Kunciran.

Direktur Utama PT Wika Realty, Budi Budi Saddewa Soediro, kawasan di sekitar bandara punya potensi besar seiring semakin bertumbuhnya aktivitas bisnis penerbangan. 

"Untuk itulah kami mengembangkan sayap bisnis ke area di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kami memutuskan membangun Puspamaya Hotel di area Tamansari Skylounge, Tangerang," ujar Budi, Jumat (6/6/2014).

Sementara di area sekitar Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, berada pada posisi sekitar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per meter persegi. Angka ini diprediksi terus melambung sejalan dengan pembangunan properti di sekitarnya.

Menurut Center Director PT Mitra Gemilang Mahakarya, pengembang CBD Balikpapan, Ihya Nasution, timbulnya hunian-hunian atau jenis properti lain di sekitarnya akan mendongkrak harga tanah.

"Meski tahun depan perubahan harga hanya sebesar 5 persen sampai 8 persen, namun dua tahun ke depan yakni sekitar 2015 dan 2016, lonjakan lebih besar mungkin akan terjadi. Saat ini hambatan pertumbuhan harga karena kondisi pasar belum stabil, pasar melemah dan juga ada perhelatan Pilpres 2014," papar Ihya kepada Kompas.com, Sabtu (7/7/2014).

Sementara harga lahan di sekitar Jl Syafroeddin Yus masih berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per meter persegi. Tak lama lagi akan tumbuh pesat saat pembangunan beberapa properti tuntas dan beroperasi.

Demikian halnya harga lahan di area sekitar Bandara Internasional Kuala Namu, Sumatera Utara. Jika saat pembangunan bandara ini, harga sudah merangkak sebesar 10 persen, saat beroperasi semakin melesat.

Kondisi aktual, harga pasar lahan di kawasan Deli Serdang mencapai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per meter persegi. Dua tahun lalu masih sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 4 juta per meter persegi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X