Papan Reklame Organik, Ramah Lingkungan dan Efektif

Kompas.com - 06/06/2014, 21:00 WIB
Billboard buatan perusahaan kosmetik asal Jepang di Filipina ini dibuat dengan menggunakan Vetiver (Chrysopogon zizanioides). Hana.com.phBillboard buatan perusahaan kosmetik asal Jepang di Filipina ini dibuat dengan menggunakan Vetiver (Chrysopogon zizanioides).
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Dua puluh tahun lalu, Sungai Pasig di Manila, Filipina digolongkan sebagai sungai tanpa kehidupan. Namun, timbul kepedulian untuk mengembalikan kehidupan pada sungai tersebut. Cara yang ditempuh pun tidak biasa.

Sebuah perusahaan kosmetik alami asal Jepang, Shokubutsu Hana, menempatkan papan iklan (billboard) mengambang di permukaan sungai.

Dalam situs resminya, Hana.com, perusahaan ini menyebutkan bahwa billboard mengambang baru pertama kalinya hadir di Filipina. Billboard tersebut dibuat dari tanaman Vetiver (Chrysopogon zizanioides), rumput perennial yang biasa digunakan untuk membersihkan air dan menstabilkan tempat pembuangan sampah.

Vetiver sengaja dipilih lantaran tanaman tersebut bisa hidup dalam habitat tinggi nitrat, fosfat, dan baja. Tanaman ini pun mampu menyerap material beracun untuk membantu mengurangi polusi. Berdasarkan penelitian, sistem Vetiver seperti ini bisa membersihkan dua hingga delapan ribu galon air per hari.

Pesan di billboard "hidup" ini pun sederhana. Bunyinya hanya "Clean River Soon" atau "Bersihkan Sungai Segera". Pesan ini ditujukan untuk memperingati orang-orang agar berpikir dua kali sebelum membuang sampah ke sungai.

Papan reklame ini sudah mulai dipasang sejak Februari 2014 lalu. Shokubutsu Hana bekerja sama dengan The Pasig River Rehabilitation Commission, Vetiver Farms Philippines, dan TBWA/SMP.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diwacanakan Sejak 2005 dan Gusur Rumah Real Estat, Tol Cijago Tak Kunjung Tuntas

Diwacanakan Sejak 2005 dan Gusur Rumah Real Estat, Tol Cijago Tak Kunjung Tuntas

Berita
Siapkan Perjalanan Anda, Ada Pengalihan Lalin di Tol Sedyatmo hingga Rabu

Siapkan Perjalanan Anda, Ada Pengalihan Lalin di Tol Sedyatmo hingga Rabu

Berita
[POPULER PROPERTI] Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Buat Beli Rumah

[POPULER PROPERTI] Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Buat Beli Rumah

Berita
Kementerian ATR/BPN Buka Kesempatan Magang untuk Mahasiswa

Kementerian ATR/BPN Buka Kesempatan Magang untuk Mahasiswa

Berita
Asosiasi Arsitek: Keikutsertaan dalam BOI Bukan Semata-mata 'Pekerjaan'

Asosiasi Arsitek: Keikutsertaan dalam BOI Bukan Semata-mata "Pekerjaan"

Berita
Diundang ke Istana Negara, Ini Masukan Lima Asosiasi Arsitek kepada Jokowi Soal IKN

Diundang ke Istana Negara, Ini Masukan Lima Asosiasi Arsitek kepada Jokowi Soal IKN

Berita
Aristoteles Hadir di Serpong, Dipatok Rp 3 Miliar Per Unit

Aristoteles Hadir di Serpong, Dipatok Rp 3 Miliar Per Unit

Perumahan
Pasca-gempa, 82 Bangunan Rusak di Sulbar Direhabilitasi

Pasca-gempa, 82 Bangunan Rusak di Sulbar Direhabilitasi

Berita
MRT Jakarta Tawarkan Sejumlah Keuntungan bagi Startup yang Mau Kerja Sama, Ini Syaratnya

MRT Jakarta Tawarkan Sejumlah Keuntungan bagi Startup yang Mau Kerja Sama, Ini Syaratnya

Berita
Hingga Maret 2021, LPJK Terbitkan 9.666 Sertifikat Kompetensi Kerja Kontruksi

Hingga Maret 2021, LPJK Terbitkan 9.666 Sertifikat Kompetensi Kerja Kontruksi

Konstruksi
Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Senilai Rp 1,02 Triliun Mulai Dibangun

Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Senilai Rp 1,02 Triliun Mulai Dibangun

Berita
Beli Rumah Jelang Lebaran? Ketahui Cara Jitu Pilih Pengembang

Beli Rumah Jelang Lebaran? Ketahui Cara Jitu Pilih Pengembang

Tips
Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Membeli Rumah

Mumpung Harga Turun, THR Sebaiknya Digunakan Membeli Rumah

Berita
Bertemu Presiden, Tujuh Asosiasi Ditawari Masuk Badan Otorita IKN

Bertemu Presiden, Tujuh Asosiasi Ditawari Masuk Badan Otorita IKN

Berita
[POPULER PROPERTI] Pilihan Rumah Buat Lebaran, Harga Mulai dari Rp 130 Juta

[POPULER PROPERTI] Pilihan Rumah Buat Lebaran, Harga Mulai dari Rp 130 Juta

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X