Saingi Makau, Australia Bangun Surga Perjudian Besar

Kompas.com - 06/06/2014, 08:47 WIB
Ilustrasi kasino shutterstockIlustrasi kasino
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Destinasi baru buat para penjudi segera lahir. Bukan sembarang resor kasino, melainkan digadang-gadang mampu menyaingi Makau, surga perjudian nomor wahid di dunia saat ini.

Pengembang properti Hongkong tengah membangun fasilitas perjudian modern Aquis Resort, di Cairns, Australia, senilai 7,6 miliar dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 90,1 triliun. Tahap pertama pengembangan, akan dibangun hotel dengan kapasitas 7.500 kamar di lahan laguna buatan, lapangan golf 18 lubang, taman air, dan tentu saja kasino. Tahap I akan rampung pada akhir 2018.

Properti tersebut hampir tiga kali lipat besarnya, bahkan bila dua resor kasino Singapura disatukan pun, masih kalah jauh. "Kami sangat yakin Cairns bisa menjadi tujuan perjudian global. Lokasinya di kota barat Australia, bekas perkebunan tebu, atau paling dekat dengan Tiongkok,"  ujar CEO Aquis Resort, Tony Fung.

Resor kasino milik Fung ini akan menghadapi persaingan ketat. Pasalnya, terdapat enam operator yang telah memanfaatkan lisensi perjudian, dengan nilai total Rp 532,1 triliun. Selain itu, ada juga rencana pengembangan properti sejenis di Srilanka, Korea Selatan, Filipina dan Jepang.

Para operator tersebut berlomba memenangkan pasar perjudian dengan Tiongkok sebagai basis utamanya. Tiongkok menjadi sumber pendapatan terbesar bagi pelaku bisnis perjudian dunia. Saat ini, belanja luar negeri Tiongkok naik 26 persen selama 2013, menjadikan pasar judi juga ikut melonjak Rp 1.530 triliun.

Persaingan resor kasino di Asia dan situs-situs perjudian lainnya merupakan tantangan bagi industri kasino Australia. Menurut laporan IBISWolrd Inc yang dirilis November 2013, terjadi perlambatan pertumbuhan menjadi 2,9 persen per tahun selama lima tahun ke depan hingga 2019. Padahal, sebelumnya pertumbuhan mencapai 3,6 persen.

Pada 2013, Australia mendapat devisa dari wistawan Tiongkok sekitar Rp 52,9 triliun. Angka tersebut hanya 4 persen dari total ekspor pariwisata Tiongkok. Sementara pendapatan kasino hanya berkontribusi Rp 38,6 triliun, di mana 18 persen sektor perjudian didominasi lotere, dan mesin slot.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X