Furnitur Daur Ulang Karya Veteran Perang Irak dan Afganistan

Kompas.com - 28/05/2014, 16:04 WIB
EcoVet hanya mempekerjakan para veteran. Sembari bekerja di EcoVet, para veteran pun bisa melanjutkan pendidikan formalnya yang tertangguhkan ketika bertugas ke Irak atau Afganistan. Fastcoexist.comEcoVet hanya mempekerjakan para veteran. Sembari bekerja di EcoVet, para veteran pun bisa melanjutkan pendidikan formalnya yang tertangguhkan ketika bertugas ke Irak atau Afganistan.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Keberlanjutan industri furnitur bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, salah satunya menggunakan material hasil daur ulang. Di Amerika Serikat, sebuah perusahaan furnitur layak mendapat acungan jempol mengenai hal ini.

Tidak hanya menggunakan material dari barang-barang bekas. Perusahaan bernama EcoVet itu juga mempekerjakan para veteran.

Mereka yang sudah mengabdi pada negara biasanya justeru kesulitan mendapat pekerjaan setelah kembali ke Tanah Air. EcoVet menampung mereka, memberikan pekerjaan dan penghidupan layak, serta memproduksi barang-barang ramah lingkungan.

Seperti dikutip dari Fastcoexist.com, EcoVet tidak menuntut pengalaman kerja kepada para karyawannya. Perusahaan itu juga memberikan gaji yang cukup, serta jam kerja fleksibel.

Seorang veteran yang sudah tiga kali dikirim ke Irak dan Afganistan, Jeremy Higgs (30), merupakan salah satu karyawannya. Dengan jam kerja yang fleksibel, para veteran termasuk Higgs pun bisa melanjutkan pendidikan formalnya.

"Saya pikir mereka bercanda," ujar Higgs.

Higgs, yang semula berpikir bahwa EcoVet tidak mungkin mempekerjakan veteran dan memberikan kebebasan pada pekerjanya, kini bekerja bersama 27 veteran lainnya di perusahaan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

EcoVet berada di Springdale, Arkansas. Setelah mendaftar, para veteran ini akan dilatih untuk mengolah semi-trailer dari Walmart.

Trailer tersebut sebelumnya akan dihancurkan dan dikirim ke tempat pembuangan akhir. Padahal, lantai trailer yang biasanya dibuat dari kayu ek atau maple bisa dibuat menjadi furnitur istimewa.

Tidak hanya lantai kayu, aluminium dan baja dari trailer juga bisa didaur ulang dan dibuat menjadi berbagai macam hiasan interior. Sementara itu, papan tripleks dari trailer bisa dikirim ke lembaga nirlaba Habitat for Humanity untuk membangun hunian-hunian murah, khususnya bagi masyarakat miskin atau korban perang dan bencana.

EcoVet yang mengedepankan belas kasih pada karyawannya ini pun sudah berhasil menggaet berbagai perusahaan besar. Macy's merupakan salah satu perusahaan tersebut. Dia mau mendistribusikan hasil karya EcoVet ke seantero Amerika Serikat.

Semua ini bisa terjadi lantaran pasokan bahan bakunya pun masih banyak tersedia di Amerika Serikat. Berdasarkan data Fastcoexist.com, setiap tahunnya ada 15.000 hingga 20.000 trailer dibuang di negara tersebut. Dari 20.000, tidak terhitung banyaknya furnitur yang bisa dihasilkan.

Sejauh ini, EcoVet pun baru bisa mengolah 10.000 trailer setiap tahunnya. Jumlah tersebut pun tercapai jika cabang baru EcoVet resmi beroperasi.

Saat ini, EcoVet dikabarkan akan memperbesar perusahaannya. Dalam 18 bulan ke depan, EcoVet akan membuka tiga kantor cabang baru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X