Potret Muram Kehidupan Bawah Tanah Eropa Timur...

Kompas.com - 21/05/2014, 15:47 WIB
Para pecandu narkoba dan para pengidap HIV positif membangun rumahnya di bawah tanah. Sama seperti rumah lain, rumah di bawah tanah tersebut pun punya www.dailymail.co.ukPara pecandu narkoba dan para pengidap HIV positif membangun rumahnya di bawah tanah. Sama seperti rumah lain, rumah di bawah tanah tersebut pun punya "Kepala Keluarga".
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com — Siapa pun berhak mendapat penghidupan layak di tempatnya bermukim tanpa perduli kondisi tubuh, ras, agama, pandangan, dan hal lain yang mengidentifikasi identitasnya. Namun, ketika masyarakat umum menolak kehadiran pengidap HIV positif di Bucharest, Romania, mereka tidak menuntut haknya dalam gegap gempita.

Kaum yang tersingkir tersebut mencari alternatif perlindungan di tempat lain. Mereka hidup jauh dari sistem, dan jauh di bawah tanah Bucharest.

Di bawah rumah-rumah besar, karya-karya arsitektur bersejarah, dan pusat-pusat atraksi turis yang sempat membuatnya dikenal sebagai "Paris di Timur", terdapat kehidupan lain di Bucharest. Para pencandu narkoba dan para pengidap HIV membangun rumahnya di bawah tanah. Sama seperti rumah lain, rumah di bawah tanah tersebut pun punya "kepala keluarga".

www.dailymail.co.uk Kaum yang tersingkir tersebut mencari alternatif perlindungan di tempat lain. Mereka hidup jauh dari sistem, dan jauh di bawah tanah Bukares.
Daily Mail memaparkan isi sebuah film yang dibesut Channel 4 News tentang kehidupan di bawah tanah Romania. Bruce Lee, tokoh yang dituakan dalam komunitas bawah tanah itu, menjadi pusat pemberitaan Channel 4 News. Paraic O'Brien, Jim Wickens, dan Radu Ciorniciuc merupakan tim yang mengerjakan film dokumenter tersebut.

Bagi para pencandu dan penderita HIV positif yang memilih bawah tanah Bucharest sebagai rumah, Lee merupakan sosok ayah, mentor, dan penyedia obat-obatan bagi mereka, termasuk penyedia lem untuk dihirup. Cara hidup Lee dan "keluarga" barunya memang berbeda dari kebanyakan orang. Namun, dia menyediakan keamanan bagi "anak gorong-gorong" yang hidup bersamanya.

www.dailymail.co.uk Bagi para pecandu dan penderita HIV positif yang memilih bawah tanah Bukares sebagai rumah, Lee merupakan sosok ayah, mentor, dan penyedia obat-obatan bagi mereka, termasuk penyedia lem untuk dihirup.

"Kami berdiri di luar Gara de Nord di Bucharest, di tengah hujan, menunggu undangan. Anda bisa mencapai jantung Uni Eropa dari stasiun kereta ini. Namun, perjalanan kita hanya beberapa meter. Di permukaan, anggota terbaru Eropa ini tengah bekerja keras membuktikan dirinya. Namun, tak cuma itu. Ada juga 'Romania yang lain', letaknya di bawah tanah," demikian narasi dalam film tersebut.

Tidak sendirian

Semua berawal dari Revolusi Romania pada 1989 lalu. Kejatuhan rezim Ceausescu membuat puluhan ribu anak-anak di panti asuhan jatuh di "tangan" Pemerintah Romania.

Namun, pada 1990, terkuak dalam berbagai laporan bahwa anak-anak tersebut malah telantar. Mereka bermukim di terowongan-terowongan di bawah Bucharest, mereka mengalami ketergantungan obat, dan beranak pinak di sana.

Lebih dari sekadar mitos, hingga kini para pencandu di Bucharest masih menempati tempat tinggal di bawah tanah tersebut. Mereka masuk lewat lubang yang terletak tidak jauh dari jalan di depan stasiun. Para penghuninya biasa keluar setelah petang lewat lubang ini. Dikutip dari Daily Mail, ini seperti bangkit dari kubur.

Halaman:


Sumber Dailymail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X