Hemat Pengeluaran, Perbaiki Kerusakan Rumah Sejak Dini

Kompas.com - 17/05/2014, 17:35 WIB
Jangan menunda-nunda untuk memperbaiki rumah! BrightnestJangan menunda-nunda untuk memperbaiki rumah!
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Anda bisa menunda pengecekan kondisi rumah karena beberapa hal, mulai dari merasa belum membutuhkannya, sedang tidak ada biaya, hingga sekadar malas. Menghindari proses pengecekan kondisi rumah atau tidak memperbaiki kerusakan kecil bisa membuat Anda kehilangan banyak uang.

Hal pertama yang patut Anda berikan perhatian secara berkala adalah atap. Jika atap atau genteng rumah menampilkan tanda-tanda kerusakan, segera lakukan perbaikan. Hujan deras, badai, dan angin kencang bukan satu-satunya penyebab kerusakan atap. Hewan liar seperti kucing atau tikus pun bisa membuat atap Anda rusak.

Kebocoran merupakan salah satu masalah umum yang biasa dijumpai pemilik rumah di Indonesia. Cari penyebabnya sedini mungkin. Pemilik rumah berpotensi mengeluarkan jutaan, hingga puluhan juta Rupiah bila seluruh atap roboh karena kebocoran yang dibiarkan terlalu lama.

Selanjutnya, jangan anggap remeh masalah pada pondasi rumah. Retak rambut yang tampak, celah semakin lebar antara rumah dan pondasi merupakan tanda-tanda kerusakan pada pondasi rumah. Lantai yang "tenggelam" di lantai dasar juga perlu Anda waspadai.

Anda juga perlu memperhatikan retak yang ada pada jendela dan pintu. Biasanya, retak semacam ini juga bisa terjadi karena masalah pada pondasi. Hindari membangun kolam atau kolam renang di sekitar pondasi. Kerusakan akibat paparan air bisa memperburuk kondisi dinding beton.

Jangan juga melupakan rayap. Hewan kecil ini bisa sangat berbahaya bagi rumah Anda. Selain itu, tidak semua asuransi properti menerima klaim karena kerusakan rayap.

Saluran air, baik saluran air bersih maupun saluran pembuangan air kotor, juga patut mendapat perhatian Anda. Kerusakan dan kebocoran yang dibiarkan berlarut-larut tidak hanya menjengkelkan, namun berpotensi menimbulkan jamur.

Kesimpulannya, lebih baik Anda mengeluarkan sedikit uang untuk memperbaiki kerusakan kecil di rumah, daripada menunggu hingga rusak parah. Tidak hanya kerugian uang, anggota keluarga Anda pun bisa menderita kerugian lebih besar, misalnya sakit atau cedera.

"Mengambil langkah perawatan sederhana bisa mencegah pengeluaran pemilik rumah yang lebih besar. Pekerjaan kecil bisa berubah menjadi proyek mahal jika tidak dilakukan. Aturan terbaik adalah, seharusnya pemilik rumah menyiapkan tiga hingga lima persen nilai rumah mereka setiap tahun untuk perawatan dan perbaikan. Pertimbangkan, harga penggantian atap, pondasi, dan saluran air yang mahal bisa terus meningkat. Lebih untung melakukan hal sederhana, ketika masalah masih sepele," ujar amaran yang diberikan alat finansial pribadi online, Mint, dalam Brightnest.com.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X