Kompas.com - 13/05/2014, 12:24 WIB
EditorLatief

Nah, dengan menggandeng Bank Mandiri, komposisi dana murah terhadap DPK konsolidasi dua bank ini bisa mencapai 62 persen. Maka, jika bersama BRI, komposisi dana murahnya hanya 56 persen.

Konsolidasi demi negeri

Keinginan Kementrian BUMN mensinergikan Bank Mandiri dan BTN merupakan tahap awal dari skenario meningkatkan kapabilitas Bank Indonesia di kancah regional. Maklumlah, MEA sudah dimulai tahun depan, sedangkan peleburan pasar perbankan dimulai tahun 2020, alias masih 6 tahun dari sekarang.

Kementrian BUMN menilai, konsolidasi Mandiri-BTN bisa menghasilkan anchor bank. Bila BTN berkonsolidasi dengan Bank Mandiri, kombinasi keduanya akan masuk dalam top 10 bank di ASEAN. Sementara itu, BRI ada di posisi 11.

Bank terbesar di ASEAN dalam catatan Kementrian BUMN adalah DBS asal Singapura. Asetnya per Desember 2013 sebesar US$ 318 juta. Ini lima kali lebih besar ketimbang Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia. Karena itulah, agar gapnya tidak terlalu jauh, Kementrian BUMN menyiapkan tiga skenario memperbesar posisi lembaga keuangan Indonesia.

Tahap 1, konsolidasi perbankan. Dalam tahap ini, pemerintah berencana mengalihkan kepemilikan saham di BTN ke Bank Mandiri. Tujuan utamanya, menghasilkan Bank BUMN yang mampu menjadi regional champion bank dengan skala usaha yang dapat bersaing di pasar regional ASEAN

Tahap 2, konsolidasi BUMN keuangan non-bank ke bank yang fokus pada bisnis kredit usaha mikro.

Belum ada penelaahan dari Kementrian BUMN mengenai tahap ini. Namun, jika kita lihat, pilihan terdekat bank yang fokus pada sektor UMKM adalah BRI.

Sedangkan lembaga jasa keuangan non-bank yang memiliki visi yang sama antara lain PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Pegadaian, dan Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Namun, belum ada pembicaraan terbuka mengenai ini. BRI sendiri mengaku tak mengetahui adanya konsolidasi bank BUMN tersebut.

Tahap III, kelanjutan dari konsolidasi bank BUMN tahap 1. Dalam tahap ini, pemerintah akan mengalihkan kepemilikan negara RI di bank BUMN lainnya pada anchor bank tersebut.

Di akhir hasil kajian ini, pemerintah menyimpulkan, untuk urgensi konsolidasi tahap 1, akuisisi BTN pada Bank Mandiri adalah prioritas dan alternatif terbaik saat ini. Sedangkan rencana pelaksanaan tahap 2 dan 3 membutuhkan penelaahan lebih lanjut.

Setelah penolakan tersebut, pihak Kementrian BUMN masih bertemu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membicarakan rencana itu pada Jumat (25/4/2014) lalu. Namun, Deputi Menteri BUMN bidang Jasa, Gatot Trihargo, dan Ketua OJK, Muliaman D. Hadad, masih bungkam mengenai hasil pertemuan itu.

(KONTAN: Sanny Cicilia, Dessy Rosalina, Nina Dwiantika, Dea Chadiza Syafina, Oginawa R Prayogo, Issa Almawadi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Kontan
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.