Demi Produktivitas, Begini Syarat Mendesain Interior Kantor yang Ideal!

Kompas.com - 08/05/2014, 19:04 WIB
Potongan infografis yang dibuat oleh Jan Diehm untuk Huffington Post. Jan Diehm / Huffington PostPotongan infografis yang dibuat oleh Jan Diehm untuk Huffington Post.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Ilmu pengetahuan dan desain punya pandangan tersendiri mengenai pengaturan interior ruang kerja. Berbagai penelitian menunjukkan, bahwa interior kantor berkonsep terbuka ternyata berdampak buruk terhadap produktivitas dan kesejahteraan (well-being) para karyawan.

Penggunaan bilik (cubicle) pun tidak banyak membantu. Rupanya, ada beberapa hal lain yang bisa meningkatkan produktivitas karyawan.

"Fokus kognitif bisa benar-benar diperkuat dan ditunjang oleh lingkungan fisik," ujar kepala interior desain NBBJ, Suzanne Carlson.

NBBJ merupakan perusahaan global yang bergerak di bidang arsitektur, perencanaan, dan desain. Perusahaan tersebut sudah bekerja untuk Google, Amazon, Samsung, Nike, Boeing, dan Macy's. Beradsarkan temuan Huffington Post, kantor yang "sempurna" memiliki beberapa hal seperti berikut ini:

Jendela

Pertama, kantor tersebut membutuhkan jendela. Menurut penelitian tahun 2013 dari Northwestern University, para karyawan yang bekerja di dalam kantor penuh jendela terpapar lebih banyak sinar matahari. Para karyawan ini bisa tidur lebih nyenyak di malam hari ketimbang karyawan yang bekerja di kantor tertutup tanpa jendela.

Tanaman

Kedua, ruang kantor membutuhkan tanaman. Hasil studi Texas State University tahun 2008 menemukan bahwa menempatkan tanaman di dalam kantor punya andil besar dalam kebahagiaan karyawan.

Para peneliti melakukan survey terhadap 450 pekerja kantoran. Mereka yang bekerja di dalam kantor berisi beberapa tanaman merasa lebih menyukai pekerjaannya.

Jan Diehm / Huffington Post Potongan infografis yang dibuat oleh Jan Diehm untuk Huffington Post.

Peredam bising

Ketiga, kantor rupanya juga membutuhkan dinding atau apa pun yang bisa meredam bising. Studi UCSF tahun 2006 menemukan, suara bising merupakan pengalih perhatian terbesar dalam kantor berkonsep terbuka.

Pencahayaan

Selain bisa meningkatkan kualitas tidur para pekerja, ketersediaan sinar matahari juga bisa meningkatkan kreatifitas. Asalkan, jumlahnya dikendalikan. Menurut hasil studi tahun 2013 yang dipubllikasikan oleh Journal of Environmental Psychology, ruangan bercahaya remang (dimmer lit) bisa meningkatkan kreativitas pekerja.

Jan Diehm / Huffington Post Potongan infografis yang dibuat oleh Jan Diehm untuk Huffington Post.

Warna

Kelima, menurut psikolog warna Angela Wright, warna yang ada di lingkungan kerja juga memberikan efek bagi kondisi mental pekerja. Menurut Wright, warna biru bisa menstimulasi kecerdasa. Kuning menginspirasi kreativitas, merah berpengaruh pada kondisi fisik, sedangkan hijau mendorong rasa tenang dan keseimbangan.

Ruang pribadi

Ketujuh, ketersediaan ruang pribadi juga berpengaruh. Menurut hasil penelitian tahun 2010 dari Inggris, seperti dikutip dalam Huffington Post, karyawan yang bisa mendekor ruang kerjanya 32 persen lebih produktif.

Selanjutnya, ketersediaan ruang-ruang dengan jenis yang beraneka ragam juga bisa meningkatkan produktivitas. Ruang pribadi, komunal, atau ruang semi pribadi, masing-masing bisa dimanfaatkan oleh karyawan sesuai keperluan.

Baca juga: 8 Trik Dekor Agar Mood Kerja & Belajar Tak Kendor.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X