Jelang Piala Dunia, Hotel "Kelas Melati" Kebanjiran Tamu

Kompas.com - 05/05/2014, 18:48 WIB
Sebuah kamar yang disewakan di rumah Maria Clara dos Santos di daerah kumuh Rocinha, Rio de Janeiro, 11 April 2014. (REUTERS/Pilar Olivares) REUTERS/Pilar OlivaresSebuah kamar yang disewakan di rumah Maria Clara dos Santos di daerah kumuh Rocinha, Rio de Janeiro, 11 April 2014. (REUTERS/Pilar Olivares)
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Piala Dunia yang akan diadakan di Rio de Janeiro, Brazil, Juni mendatang membawa berkah bagi industri jasa di negara tersebut. Tidak hanya hotel dan fasilitas kelas satu, bisnis penginapan murah pun mendapatkan imbas dari perhelatan akbar tersebut.

Para pelancong dari seluruh dunia bisa memilih akomodasi yang sesuai kantong mereka di Negeri Samba tersebut. Reuters mencatat, para pemilik properti di Rio sudah menyiapkan akomodasi bagi para turis.

Sebagian pemilik properti membangun hostel yang bisa menyediakan kamar dan paket sarapan pagi bagi tamunya. Sebagian lainnya sekadar menyiapkan rumah dan kamar berlebih untuk mereka sewakan kepada para turis.

Selama Piala Dunia, tiap kamar mereka sewakan dengan harga antara 90 dollar AS hingga 500 dollar AS (sekitar Rp1 juta hingga Rp5,7 juta) per malam. Meski menjadi berkat bagi para pemilik bisnis di Rio, para pelancong mulai mengeluhkan tingginya tarif penginapan di kota itu.

"Beberapa pemilik tempat memberikan tarif empat hingga lima kali lipat dari harga normal," ujar Raphael Ruland, penggemar sepak bola dari Jerman.

Ruland mengaku sudah menyaksikan langsung dua Piala Dunia sebelumnya.

"Ada kalanya saya merasa tidak perlu pergi, hanya karena biaya akomodasinya," katanya.

Menurut Reuters, setidaknya 600.000 turis asing akan datang untuk menonton Piala Dunia, dan lebih dari dua pertiganya akan datang ke Rio. Padahal, di Rio hanya tersedia 21.639 kamar hotel konvensional dan biaya sewa perharinya akan melambung tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kelas melati"

Rendahnya jumlah penginapan di Rio membuka banyak kesempatan bagi pemilik properti setempat. Para turis pun menyerbu penginapan "kelas melati" atau "love motel" tersebut.

Hotel-hotel tersebut memang biasanya menarik tarif untuk empat sampai enam jam menginap. Khusus menyambut Piala Dunia, sebagian hotel juga membuka kamarnya untuk disewa seharian penuh.

Selain hotel "jam-jaman", ada pula penduduk yang menyewakan kamar di rumahnya sebagai alternatif penginapan. Namun, harga sewanya pun tidak murah. Para turis bisa tinggal di rumah penduduk dengan biaya 200 dollar AS atau sekitar Rp2,3 juta per malam.

Daerah kumuh

Alternatif lain yang lebih murah adalah tinggal di daerah kumuh Rio de Janeiro. Daerah ini dikenal dengan nama favelas.

Di lingkungan itu, setiap kamar guesthouse ditawarkan seharga 138 dollar AS atau sekitar Rp1,6 juta. Normalnya, penginapan di daerah ini disewakan dengan harga 23 dollar AS semalam.

Ada juga penggemar sepak bola yang memilih tenda sebagai akomodasi mereka. Ekspatriat asal Inggris, contohnya, membangun tenda di dekat pantai di luar pusat kota untuk disewakan. Sampai saat ini, 75 persennya sudah resmi di-booking oleh turis untuk paruh pertama turnamen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X