Kompas.com - 24/04/2014, 17:52 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai rencana pemerintah mengakuisisi Bank Tabungan Negara melalui Bank Mandiri jangan sampai merugikan pengusaha perumahan yang ada di daerah. Banyak perusahaan pengembang perumahan sudah menjalin kerja sama dengan BTN.

"Perumahan itu bisnis yang cepat dilakukan dengan investasi jangka panjang, lalu apabila salah pengelolaan akibat akuisisi, siapa yang mau tanggung jawab," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Tertinggal Natsir Mansyur di Jakarta, Rabu (24/4/2014).

Natsir mengatakan, sekitar 70 persen pengusaha di wilayah luar Jakarta melakukan bisnis perumahan dan konstruksi. Karena itu, lanjut dia, keberadaan bank khusus yang menangani perumahan sangat penting untuk mendukung usaha yang dilakukan pengusaha di daerah.

"Kami hanya memberikan masukan karena kedua bank itu (BTN dan Bank Mandiri) merupakan milik pemerintah," ujarnya.

Menurut dia, kalangan pengusaha menginginkan bank yang bersegmentasi di perumahan dan industri bukan bank "supermarket" yang melayani berbagai hal sehingga bisa menimbulkan kekisruhan.

Wakil Ketua Komite Tetap Modal Ventura dan Pembiayaan Alternatif Kadin Indonesia Irwi Indiastuti Tjahyani menilai prospek bisnis perumahan sangat besar sehingga aspek bisnis dari perbankan akan sangat menguntungkan.

Menurut dia, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, bank asing akan mengekspansi pasar perumahan dalam negeri Indonesia.

"Saya menilai sayang sekali apabila pasar perumahan ini dimanfaatkan oleh bank asing sehingga lebih baik diambil oleh bank lokal karena keuntungan akan kembali ke pemerintah," katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan akuisisi BTN bertujuan memperluas pangsa pasarnya agar lebih bisa menyalurkan kredit perumahan sekaligus mengurangi backlog. Saat ini, Kementerian BUMN sedang menjalankan prosedur rencana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri dan menjamin bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak akan mengalami kenaikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.