Kompas.com - 21/04/2014, 05:28 WIB
Bangunan yang tampak seperti rumah kaca ini merupakan karya seniman William Lamson. Bangunan tersebut menggunakan struktur bernama Solarium yang seharusnya menjadi rumah kaca. Di tangan Lamson, bangunan ini justeru menjadi bangunan William LamsonBangunan yang tampak seperti rumah kaca ini merupakan karya seniman William Lamson. Bangunan tersebut menggunakan struktur bernama Solarium yang seharusnya menjadi rumah kaca. Di tangan Lamson, bangunan ini justeru menjadi bangunan "manis" karena dibuat dengan gula.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Daerah Mountainville, New York, Amerika Serikat menjadi saksi hadirnya bangunan unik karya seniman William Lamson. Bentuknya yang tidak biasa mampu membuat pejalan kaki menghabiskan waktu sebentar menyaksikan bangunan ini.

Jika mereka mengetahui material pembuatnya, mungkin pejalan kaki tersebut tidak hanya berhenti, namun juga mencoba menyentuhnya. Pasalnya, bangunan tersebut dibuat dari gula yang sudah mengalami proses karamelisasi.

Seperti dikutip dalam Elle Decor, awalnya Lamson mendesain bangunan ini sebagai rumah kaca. Namun, bangunan yang disebut dengan Solarium tersebut sebagian besar dibuat dengan menggunakan gula.

Temperatur berbeda dalam memasak memengaruhi warna cetakan gula. Karena itu, bangunan unik ini memiliki "kaca" dari gula yang terdiri dari warna kuning, oranye, dan amber. Setiap panel gula ini dilapisi kaca agar mampu bertahan menghadapi perubahan cuaca.

"Seperti sebuah kapel di gunung atau kabin satu kamar Thoreau, Solarium mengambil referensi dari tradisi bangunan terisolasi yang didesain untuk refleksi. Setiap 162 panel dibuat dari gula yang dimasak dengan berbagai temperatur dan dilapis antara dua kaca jendela," ujar Lamson dalam situs pribadinya.

Rumah kaca istimewa ini sebenarnya tidak hanya dibangun dengan menggunakan gula. Material lain, seperti baja dan kaca juga melengkapi strukturnya. Di dalam, pengunjung bisa menyaksikan pohon-pohon jeruk.

Menurut Lamson, bangunan ini bisa digunakan sebagai rumah kaca eksperimental dan juga sebagai ruang meditasi. "Diletakkan di tengah lanskap terbuka, rumah ini berfungsi sebagai penyatuan berbagai ruang hingga mampu memunculkan konservatorium tanaman, sebuah kapel, dan taman zen," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X