Apersi: BTN Diambil Alih Mandiri, Nasabah KPR Dirugikan

Kompas.com - 20/04/2014, 13:35 WIB
Aksi unjuk rasa yang dilakukan para karyawan Bank Tabungan Negara (BTN) di Kantor Pusat BTN, di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Minggu (20/4/2014) pagi. Aksi dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana akuisisi yang akan dilakukan Bank Mandiri terhadap bank tersebut Alsadad RudiAksi unjuk rasa yang dilakukan para karyawan Bank Tabungan Negara (BTN) di Kantor Pusat BTN, di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Minggu (20/4/2014) pagi. Aksi dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana akuisisi yang akan dilakukan Bank Mandiri terhadap bank tersebut
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengembang Perumahan (Apersi) menyatakan, nasabah Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bang BTN akan menjadi pihak yang paling dirugikan terkait akuisisi BTN oleh Bank Mandiri.

Wakil Ketua Apersi Susanto mengatakan, pihaknya mendukung upaya karyawan Bank Tabungan Negara (BTN) menolak upaya akuisisi tersebut. Menurutnya, BTN dan Bank Mandiri memiliki segmen nasabah yang berbeda. Nasabah BTN banyak berasal dari kelas menengah ke bawah, sementara nasabah Bank Mandiri menengah ke atas.

"Hanya BTN yang berpihak pada rakyat yang berpenghasikan rendah dengan memberikan bunga yang kecil. Banyak perut yang berada di belakang BTN. Kalau sampai diakuisisi, mau dibawa ke mana nasib mereka," kata Susanto di Menara BTN, Jakarta, Minggu (20/4/2014).

Menurutnya, alasan pemerintah yang menyebut BTN gagal dalam memenuhi target membangun 1,5 juta unit rumah pada tahun lalu, bukan semata-mata kesalahan bank tersebut. Sebab, ada beberapa faktor yang menghambat hal tersebut, antara lain NJOP tanah yang cepat naik, serta proses perizinan.

"Kenapa harga tanah selalu melambung? Apa itu salah BTN. Pajak-pajak naik apa itu urusan BTN? belum lagi perizinan berbelit, setiap pemerintah daerah punya gayanya masing-masing dalam mengeluarkan izin, apa itu urusannya BTN?" ujar Susanto.

Oleh karena itu, Susanto berharap pemerintah membatalkan rencana akuisisi tersebut.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X