Kompas.com - 14/04/2014, 12:59 WIB
Archium, studio arsitektur asal Korea, mendesain stasiun radio di kota Jomsom, Nepal. Berbeda dari stasiun pemancar pada umumnya, karya Archium ini menggunakan batu-batu lokal yang membuatnya tampak istimewa. Archium untuk DezeenArchium, studio arsitektur asal Korea, mendesain stasiun radio di kota Jomsom, Nepal. Berbeda dari stasiun pemancar pada umumnya, karya Archium ini menggunakan batu-batu lokal yang membuatnya tampak istimewa.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Dinding-dinding tebal dari batu membatasi stasiun radio Mustang Broadcasting Community (MBC) di kota Jomsom, Nepal. Di balik kamuflase sempurna tersebut, tersimpan teknologi komunikasi massal sekaligus keindahan karya arsitektur garapan studio asal Korea Selatan.

Archium untuk Dezeen Arsitek Kim In-cheurl mengembangkan bangunan ini khusus untuk Mustang Broadcasting Community (MBC). MBC baru saja diluncurkan tahun lalu.
Archium, studio arsitektur yang dimaksud, sengaja menggunakan batu-batu dan tenaga lokal untuk membangun stasiun radio tersebut. Bernama Himalesque, stasiun radio ini berada di tebing tidak jauh dari Sungai Kali Gandaki. Di ketinggian 3.000 meter, atau lebih tinggi dari Gunung Salak (2.221 m), Bogor, Kim In-cheurl merasa lebih bijak menggunakan kedua hal tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Archium untuk Dezeen Tidak begitu mengejutkan, stasiun radio ini dibangun dengan pengaturan mirip seperti rumah tradisional setempat.
Secara khusus, Archium juga berusaha menjaga para karyawan radio dan tamu dari angin kencang yang sering menerpa lokasi tersebut. Caranya, dengan membangun dinding-dinding tebal yang mengelilingi stasiun radio.

Bentuk serta cara pembangunan stasiun radio ini dipengaruhi oleh rumah-rumah vernakular setempat. Ruang-ruang rapat, pertemuan, dan studio rekaman diatur penempatannya hingga mengelilingi halaman di pusat stasiun. Dengan cara ini, sinar alami matahari akan masuk ke ruangan melalui dinding-dinding kaca dan jendela.

Archium untuk Dezeen Tidak sembarang membangun, Archium juga mendesain stasiun radio ini dengan pertimbangan matang. Salah satu pertimbangan penting dalam pembangunan ini adalah melindungi karyawan dan tamu stasiun radio dari angin kencang.
Namun, untuk menjaga agar sinar matahari tidak sampai mengganggu, Archium memanfaatkan pilar penyangga bangunan dari semen. Pilar ini tidak hanya berfungsi teknis, namun juga menjaga jumlah sinar matahari.

Selain ruang siaran, salah satu bagian terpenting dari stasiun radio adalah antena di pusat halaman di tengah stasiun. Pekerja dan pengunjung bisa menyaksikan antena tersebut dikelilingi oleh bendera-bendera penuh warna.

Archium untuk Dezeen Stasiun radio ini berada 3.000 meter di atas permukaan laut. Tenaga kerja dan material lokal perlu diberdayakan untuk membangun fasilitas ini.
Batu dan semen bukan satu-satunya material utama yang digunakan untuk stasiun radio ini. Archium juga menggunakan kayu untuk rangka pintu, jendela, serta furnitur di dalam stasiun radio.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Dezeen
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.